Penulis: Santi Apriani | Editor: Ratna MU Harahap

WAYANG1

Menurut saya, Observer perlu mengenal kisah cinta yang melegenda di dunia perwayangan karena memiliki cerita yang tidak kalah seru dan menginspirasi dengan kisah/cerita cinta putri dan pangeran dari luar negeri. Salah satunya kisah cinta Bima dan Arimbi yang merupakan orang tua dari Gatotkaca. Berikut saya coba ceritakan dengan gaya saya sendiri ya Observer.

Bima dan saudara serta ibundanya pergi ke Hutan Amarta

WAYANG2

Kalah berjudi dadu dengan Kurawa, Dewi Kunti dan putra-putranya yakni ‘Pandawa Lima’ Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa  mengungsi ke Hutan Amarta. Di tengah usaha mereka membangun kerajaan dengan membersihkan hutan, marahlah penguasa hutan, sang raksasa, Raja Arimba. Akhirnya Arimba membawa pasukan-pasukannya untuk mengusir Bima dan saudara-saudaranya.

Pertarungan Bima dengan Arimba

Saat sedang beristirahat, Bima mendengar kasak-kusuk di sekelilingnya, Bima terbangun dan kaget melihat banyak raksasa besar ada dihadapannya, mereka ingin berperang dengan Bima. Bima berfikir jernih dan meminta untuk dapat bertarung satu lawan satu. Akhirnya sang raksasa Arimba memutuskan untuk bertarung sendirian menghadapi Bima. Adiknya Arimba, yaitu Arimbi merasa khawatir bila kakaknya kalah bertarung. Pertarungan Arimba dengan Bima pun tak terelakkan. Arimba mati ditangan Bima.

WAYANG3

Arimba dan Bima

Mengetahui sang kakak tewas, Arimbi bingung harus berbuat apa-apa. Akhirnya, Bima mengusir seluruh pasukan raksasa dan Arimbi yang ketakutan. Namun, pada saat pasukan raksasanya bubar, Arimbi dan Bima, saling berhadapan. Dan Arimbi terkesima pada Bima. Arimbi benar-benar terpana melihat Bima yang gagah perkasa, belum pernah Arimbi melihat laki-laki setampan Bima.

Walaupun itu melanggar kodrat raksasa, Arimbi telah jatuh hati kepada Bima. Maka buyarlah dendam dan sedih terhadap kematian kakaknya. Arimbi telah jatuh cinta, saking cintanya pada Bima, Arimbi tanpa ragu mendekati Bima. Arimbi menyatakan cinta kepada Bima, tapi Bima menolak dan tak pernah ada rasa sedikitpun terhadapnya.

WAYANG4

Melihat cintanya bertepuk sebelah tangan, Arimbi pun mulai putus asa dan mulai mengiba sampai ambruk, bertekuk lutut di kaki Bima di hadapan Ibundanya, Dewi Kunti. Arimbi menatap, mengiba kepada Bima agar bisa menerima cintanya yang tulus kepada Bima. Akhirnya Dewi Kunti berbicara pada Bima bahwa Arimbi adalah wanita yang tulus dan memiliki hati yang cantik, mungkin saja rupa tak secantik hatinya tapi jika hatinya setulus dan sebaik itu maka rupanya akan tampak menjadi cantik pula. Arimbi tak bergeming, dia malah memeluk kaki Bima dengan begitu tulusnya.

Dewi Kunti mengelus rambut Arimbi dan Dewi Kunti lagi-lagi menasehati kepada anaknya dengan ucapan yang halus “Bima, anakku sayang.. janganlah perlakukan sekasar itu pada wanita, lihatlah Arimbi, Ibu yakin dia memiliki hati, dan rupawan yang cantik juga ingat kecantikan bukanlah dilihat dari rupanya, tapi lihatlah dari hati yang tulus dan perilakunya.” Lalu Bima memandang Arimbi dan tiba-tiba dilihatnya wajah Arimbi yang perlahan berubah menjadi cantik dan Bima jatuh hati pada Arimbi.

Dewi Kunti berbisik kepada Bima “Sudah Ibu katakan anakku sayang, kecantikan hati dapat membuat wanita terlihat lebih cantik dan anggun.” Akhir cerita Arimbi menikah dengan Bima. Dan dari pernikahan mereka-lah terlahir pahawan pembela kebenaran di kalangan wayang yang tak asing dan kita kenal dengan nama Gatotkaca.

Tentunya jalan cerita secara keseluruhan antara Bima dan Arimbi dengan Beauty and The Beast berbeda, namun satu hal yang sama : Dalam cinta sejati, rupa atau wajah menjadi pertimbangan kedua. Yang penting adalah hati yang cantik dan mau mencintai setulus hati. Atau apa yang ada di hati akan terpancar pula di wajah diri.

Masih banyak cerita pewayangan lain yang ga kalah seru lho Observer!Di artikel selanjutnya saya akan bawa kisah/cerita lain dari dunia pewayangan yang ga kalah seru ya… Saya kasih sedikit clue beberapa cerita yang akan diangkat di artikel selanjutnya :

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Bima merupakan bagian dari ‘Pandawa Lima’ adalah anak ke 2 dari Pandawa, memiliki perawakan besar — paling besar (raksasa) diantara saudara-saudaranya dan memiliki senjata gada. Bima selalu bisa diandalkan, Bima hampir tidak pernah masuk ke dalam Tenda (selalu berjaga di luar) dan selalu siap menghalau musuh.

Bima memiliki anak : Gatotkaca yang merupakan tokoh pewayangan yang terkenal kuat perkasa, tidak bisa ditembus senjata dan bisa terbang. Hanya satu senjata di dunia yang bisa membunuhnya. Senjata apa itu? Bagaimana dengan cerita Pandawa Lima lainnya diluar Bima?

Penasaran kan… Just wait ya Observer!

 

Source & Refrence:

Jabarsundart.wordpress.com

Panjinawangkung.com

Ceritawayang.blogspot.com

About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *