Memorial museum ini punya tema yang berbeda dengan museum-museum lain. Biasanya memorial museum didirikan untuk memperingati suatu peristiwa luar biasa yang terjadi di sebuah tempat.

Dengan begitu banyaknya kejadian atau peristiwa bersejarah yang terjadi di dunia, tentu juga banyak memorial museum yang didirikan.

Disini saya hanya menuliskan beberapa yang saya anggap paling menarik, karena menggambarkan peristiwa penting yang mengubah wajah dunia.

1.Hiroshima Peace Memorial Museum – Hiroshima , Jepang

Terletak di pusat kota Hiroshima, museum ini didirikan untuk mengenang sebuah peristiwa besar yaitu ketika Kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi oleh bom nuklir, yang sekaligus juga mengakhiri perang dunia II. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang sangat mengerikan bagi warga Jepang dan merenggut 200.000 nyawa warga Hiroshima.

Museum ini didesain oleh Kenzo Tange, arsitek terkemuka yang merupakan salah satu penerima Pritzker Prize dan mulai didirikan pada tahun 1955, satu dekade setalah peristiwa sebenarnya terjadi.

Di dalam museum ini kita bisa melihat beragam memorabilia, termasuk barang-barang pribadi  seperti jam milik korban yang memperlihatkan waktu tepat terjadinya bencana ini.  Selain itu juga banyak dipamerkan gambar dan foto mengenai kondisi Kota Hiroshima sebelum dan sesudah peristiwa ini.

[URIS id=7614]

2. Museum of Memory and Human Rights – Santiago, Chili

Nama asli museum ini adalah Museo de la Memoria y los Derechos Humanos (Museum of Memory and Human Rights), yang dibangun 2 dekade setelah rezim pemerintah dictator Augusto Pinochet runtuh dan meninggalkan rekam jejak penuh darah dan penderitaan terutama bagi mereka yang bersebrangan dengannya. Di museum ini kita bisa melihat benda-benda bersejarah serta kumpulan cerita menyedihkan pada masa itu.

Museum ini bukan hanya sekedar museum bagi rakyat Chili, tapi merupakan monument untuk mengenang mereka yang tewas, tersiksa dan bahkan hilang dalam rangka mempertahankan kebebasan mereka. Museum ini juga merupakan pusat pembelajaran filosofi, politik dan kebudayaan, yang menitikberatkan pada kebebasan dan hak asasi manusia.

[URIS id=7620]

3. Auschwitz-Birkenau  – Oświęcim , Polandia

The Auschwitz-Birkenau Memorial and Museum, yang terletak di Kota Oświęcim dekat Kraków, menjadi saksi bisu peristiwa paling tragis sepanjang sejarah peradaban manusia. Museum ini dahulu merupakan lokasi kamp konsentrasi untuk warga Yahudi selama masa pendudukan Hitler. Bentuk dan struktur bangunan masih tetap dipertahankan dan tidak banyak berubah.

Museum yang dibuka tahun 1947, hanya 2 tahun setelah perang dunia II berakhir, menjadi pengingat bagi ratusan ribu warga yahudi yang menjalani masa terberat dalam hidup mereka disini. Hal ini tergambar pada barang-barang peninggalan para korban. Salah satu yang paling terkenal adalah tumpukan hampir 100.000 sepatu peninggalan para korban.

Hampir semua pengunjung bisa merasakan situasi yang mengerikan yang terjadi disana, sehingga banyak yang tidak kuat untuk berlama –lama mengunjungi museum ini.

[URIS id=7625]

4. Tuol Sleng Genocide Museum, Phnom Penh, Kamboja

Tuol Sleng, dikenal juga sebagai Security Prison-21, adalah salah satu penjara paling kejam pada masa rezim Khmer Merah di Kamboja. Di sini, kurang lebih 20.000 orang disiksa dan dibunuh dengan beragam metode yang sangat kejam. Sedihnya, kebanyakan dari mereka bukanlah penjahat tapi memang memiliki pandangan politik atau profesi yang bersebrangan dan dibenci oleh rezim tersebut.

Kita bisa melihat koleksi dari foto, alat-alat penyiksaan bahkan tengkorak manusia yang dipamerkan disana. Salah seorang teman saya sampai berminggu minggu masih dihantui oleh mimpi buruk setelah mengunjungi museum ini.

Bersama dengan situs Killing Fields di Choeung Ek , museum ini merupakan salah satu pengingat dari sejarah paling kelam di Kamboja.

[URIS id=7631]

5. The Armenian Genocide Museum – Yerevan, Armenia

Museum ini didirikan untuk mengingat The Great Crime (Medz Yeghern) di Armenia, yang merupakan peristiwa genosida yang merupakan peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah Armenia. Dimulai ketika pemerintahan Ottoman mengeksekusi 250 orang petinggi dalam pemerintahan dan kaum intelektual Armenia pada tahun 1915, yang kemudian menyebabkan pembunuhan massal terhadap hampir 1 juta penduduk Armenia, dan menyebabkan ribuan wanita dan anak-anak harus terusir ke daerah gurun, sementara kaum pria diharuskan untuk bekerja paksa.

Di museum ini kita bisa membaca wawancara yang dilakukan terhadap korban dan saksi mata dari peristiwa ini. Kita juga bisa menonton fim dari para penyintas genosida ini.

[URIS id=7637]

6. Yad Vashem – Jerusalem, Israel

Didirikan pada tahun 1953, 4 tahun setelah terbentuknya negara Israel, museum ini didirikan untuk mengenang 6 juta warga Yahudi yang menjadi korban Holocaust.

Selain sebagai museum Yad Vashem ini juga memiliki fungsi sebagai pusat penelitian dan pendidikan dimana sering diadakan diskusi, upacara dan acara-acara yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam atas usaha manusia untuk bertahan dari kekejaman dunia.

Didirikan di kompleks seluas 45 Hektar, Yad Vashem terdiri dari beberapa museum, seperti Holocaust History Museum, Hall of Names, Museum of Holocaust Art, dan dikunjungi lebih dari 1 juta orang tiap tahunnya. Di tengah kompleks ini ada sebuah bangunan yang disebut Hall of Remembrance, yang didesain oleh Moshe Safdie, di mana ada monument yang berisi nama-nama warga Yahudi yang menjadi tahanan di kamp konsentrasi, yang dihiasi oleh pijaran api abadi, dimana di bawah monument ini disimpan abu dari mereka yang menjadi korban Holocaust.

[URIS id=7643]

7.  Nanjing Massacre Memorial Museum – Nanjing , China

Walaupun terbilang pendek, hanya selama 6 minggu, peristiwa yang terjadi pada tahun 1937 ini merupakan peristiwa yang paling menyakitkan dalam sejarah China. Dimana sekitar 200.000 warga Nanjing dirampok, diperkosa, disiksa oleh tentara Jepang yang menginvasi Nanjing.

The Nanjing Massacre Memorial Museum berdiri di atas area pemakaman terbesar pada masa itu. Dikelilingi oleh patung-patung yang menjadi symbol di area ekshibisi outdoor. Di bagian dalam museum ini tersimpan monument besar berbentuk peti mati yang menyimpan sisa tulang para korban. Kita juga bisa melihat dokumen dan foto-foto bersejarah yang menggambarkan kekejaman dan penderitaan pada masa tersebut.

[URIS id=7649]

8. Apartheid Museum – Johannesburg , Afrika Selatan

Sejak awal kita masuk museum ini sudah terlihat pembagian pintu ‘White’ dan ‘Non White’ yang langsung membuka mata kita terhadap penderitaan penduduk asli Afrika Selatan atas politik apartheid yang sangat memihak warga kulit putih.

Penderitaan ini baru berakhir setelah Nelson Mandela bangkit dan merebut kekuasaan pada tahun 1994. Museum ini sarat dengan berbagai program dengan tema-tema yang menarik, yang ditunjang oleh koleksi yang lengkap, sehingga banyak orang terutama yang memiliki ketertarikan dengan sejarah datang lebih dari sekali untuk bisa menjelajahi dan mempelajari seluruh koleksi yang ada.

[URIS id=7655]

9. September 11 Memorial Museum – New York , Amerika Serikat

Didesain oleh Michael Arad, Museum yang terletak di lokasi bekas Twin Tower berdiri, dibuka oleh public pada tahun 2014, 13 tahun setelah peristiwa penyerangan WTC terjadi, sebagia monument untuk mengingat para korban. Desain yang unik, dimana di museum ini kita bisa menikmati taman yang indah, dengan 2 buah kolam sebagai symbol dari Twin Tower, dimana di sekeliling kolam terdapat plat dari tembaga yang berisi nama-nama korban .

Selain itu ada pula 9/11 Memorial Glade, sebuah ruang terbuka untuk menghormati para team penyelamat, penyintas dan masyarakat yang juga terimbas peristiwa ini.

Para pengunjung juga bisa melihat The Survivor Tree, yang merupakan pohon pear yang selamat dari peristiwa mengerikan ini.

[URIS id=7660]

10. La Maison des Esclaves – Dakar, Senegal

La Maison des Esclaves, atau disebut juga the House of Slaves, terletak di Gorée Island, Senegal sebagai pengingat hal-hal buruk yang terjadi pada masyarakat Senegal ketika masa perdagangan budak masih merajalela.

Bangunan ini sendiri terdiri dari lorong-lorong yang gelap dan sempit dan dipercaya sebagai titik keberangkatan bagi para budak berkulit hitam yang dipaksa meninggalkan tanah air mereka dan tak pernah kembali.

[URIS id=7666]

Di Indonesia sendiri ada beberapa memorial museum yang didirikan, salah satunya adalah Museum Tsunami Aceh, yang pernah diulas pada artikel https://theobserver.id/pesona-banda-aceh/

[URIS id=7672]

Sebenarnya tujuan utama didirikannya museum ini bukan hanya sebagai pengingat masa-masa kelam, tapi juga sebagai titik awal untuk bangkit dan peringatan supaya tidak terjadi lagi kekejaman atau hal buruk yang sama.

About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *