247 total views |

Salah satu konsep yang sering salah kaprah di kalangan masyarakat adalah adanya pendapat yang menyatakan bahwa kemampuan menulis kalah penting bagi masa depan anak-anak kita dibandingkan keterampilan matematika, sains dan bahasa Inggris. Sebuah study yang dilakukan oleh Crimson University di Inggris menyatakan bahwa pada tahun 2025, kita akan kehilangan lebih dari 5 juta pekerjaan kepada otomasi. Mesin akan mengambil alih pekerjaan-pekerjaan ini. Oleh karena itu ada 7 skills yang diperlukan untuk bertahan di tahun 2030 yaitu elastisitas mental (adaptability) dan kemampuan memecahkan masalah kompleks, critical thinking, kreativitas, kemampuan intra personal (people skills), STEM, SMAC dan kemampuan untuk menggabungkan informasi dari berbagai bidang. Masih menurut study yang sama, memiliki kemampuan menulis yang baik dapat membuat seseorang menjadi anggota tim yang sulit digantikan. Jadi, jangan pernah meng-underestimate kemampuan menulis atau writing skills.

Writing Skills
Semua orang bisa menulis. Tapi, Writing skills yang baik ini tidak dimiliki semua orang dan tidak dapat datang begitu saja karena bentuk tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat menunjukan faktor empati, kreatif dalam mengambil sudut penulisan, strategi, imajinasi dan visi. Untuk dapat membuat hasil tulisan seperti itu, diperlukan latihan yang natural sehingga pada akhirnya kemampuan menulis mengalir dan embedded dalam kemampuan dan keterampilan kita yang lainnya.

Di Sekolah Cita Luhur Medan, siswa diperkenalkan dengan dunia literasi dan kreativitas melalui pendekatan yang unik. Sekolah berpandangan bahwa suatu pendekatan yang rigid dan kaku, walaupun dapat mempercepat kemampuan anak-anak untuk membaca dan menulis tetapi dapat menghambat kreativitasnya. Jadi, kedua hal ini dilakukan secara bersamaan. Misalnya, siswa PG dan TK diperkenalkan dengan kekayaan buku cerita berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris oleh guru-guru sebagai mediator kelas untuk kemudian diberikan ruang dan waktu untuk membuat karya tulis maupun karya seni rupa lainnya sesuai apa yang mereka terima dari buku tersebut ditambah dengan imajinasi mereka sendiri sehingga menghasilkan gambar yang bisa bercerita walaupun tidak banyak kalimat yang ditambahkan.

Inside Buku CL 3

Metode ini juga menghasilkan karya literasi siswa yang unik, sesuai dengan kepribadian mereka dengan kalimat dan jenis cerita yang berbeda-beda sesuai dengan kepribadian masing-masing siswa. Untuk meningkatkan motivasi siswa untuk terus menulis dan berkarya, Sekolah Cita Luhur Medan ini secara periodic menerbitkan karya guru-guru dan siswa-siswinya dalam buku “Cerita Cita Luhur”. Proses penulisan dan pemilihan naskah untuk buku ini cukup panjang karena merupakan bagian integral dari tema yang digunakan di kelas. Pada buku volume 1, siswa-siswi SD mengusung tema Negeri Imajinasi, sehingga terciptalah karya yang menceritakan berbagai tokoh dongeng dari mulai peri hingga robot!

Sampul Buku CL & Indise Buku CL 1

Untuk berbagai cerita seru lainnya mengenai pembelajaran di dalam kelas Cita Luhur, Observer yang kebetulan berdomisili di Medan dan sedang mencari sekolah untuk putra putri Observer untuk tingkatan Playgroup (2 tahun) hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), bisa menghubungi Sekolah Cita Luhur Medan di Jl. Juanda 14-16 Medan (samping Hotel Pardede) atau di nomor telepon:

Miss Nita

Miss Nita

Miss Fiona

Miss Fiona

Referensi:

  1. http://www.klientsolutech.com/importance-of-writing-skills-for-students/ – Diakses 7 April 2019
  2. https://www.essaymasters.co.uk/five-reasons-why-writing-is-important-in-real-world – Diakses 7 April 2019
  3. https://www.skillsyouneed.com/writing-skills.html – Diakses 7 April 2019
  4. https://www.forbes.com/sites/gretasolomon/2018/08/09/why-mastering-writing-skills-can-help-future-proof-your-career/#681f5d0a5831 – Diakses 7 April 2019
Share To: