354 total views,  1 views today

FIRST LOVE NEVER DIES

 

Observer setuju gak dengan pernyataan itu?

Beberapa hari yang lalu, teman saya menghubungi saya dengan pertanyaan yang cukup random, tapi berhubung saya dan teman saya ini memang hobinya membicarakan semua hal yang random, jadinya saya gak terkejut sih dengan pertanyaannya.

Teman saya memulai kerandoman kami hari itu dengan pernyataan aneh bin ajaib: “Sepertinya Vanny (bukan nama sebenarnya hehe) itu adalah cinta pertama gw alias first love gw deh”

Saya cukup kaget karena Vanny yang dia bicarakan itu adalah teman SMP kami, yang artinya, sudah beberapa dekade lalu.

“E bused, masih inget Vanny?”

“Kayaknya gak bakalan lupa. Soalnya, setiap kali gw denger kata “love” atau “cinta” pasti yang keinget itu ya dia”.

Lalu teman saya bertanya yang membuat saya berfikir juga “Who is your first love?”

Now I think about it, my first love was not my first boyfriend nor my first valentine. He’s someone who steals my innocence.

Urban Dictionary mendefinisikan First Love sebagai the first person you want to be with. You can talk to them anytime of the day/night regardless. First love is the person who you first see a future with and want to last. The person who you first feel a fast connection. The first and one of the hardest heartbreaks .. “

Banyak yang percaya, first love ini yang pertama dan terakhir, alias, never dies.

Dan mengapa first love never dies?

  1. First love itu saat Observer pertama kali merasakan yang namanya cinta. Itu loh, saat-saat hati ini berdebar-debar gak keruan pada saat kita menatap si dia. Atau saat perut kita gelinya setengah mati bagai diserang puluhan kupu-kupu ketika dia menyapa kita. Itu bisa dibilang adalah gejala cinta. Gak pengaruh berapa mantan sebelumnya, tapi the kiss kali ini benar-benar membuat tulang pun serasa gagal menopang tubuh.
  2. Karena first love mencuri sebagian dari kita yang tidak pernah kembali.

Kali pertama kita tidak tahu apa yang kita lakukan tetapi tetap saja kita dengan sukarela melakukannya. Walaupun kita bahagia dengan posisi kita sekarang, tetapi tetap saja si first love ini meninggalkan sedikit ruang kosong.

  1. Karena “That Innocence is Lost”

Cinta pertama itu seringkali polos, berapi-api, penuh harapan walaupun terkadang tidak realistis. Gak direncanain, gak dipikirin, just do it! Ketika cinta itu berakhir (tragis terkadang), cinta itu mencuri our “innocence”. Semenjak itu, cinta menjadi sesuatu yang penuh perhitungan dan mimpi pun berakhir. Jauh di lubuk hati, kita sering mengangeni spontanitas dan fearless love like the first one.

  1. Karena tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta yang tidak berbalas

Penasaran? Mungkin, atau Penyesalan? Sepertinya aku bisa berbuat lebih baik saat itu untuk menyelamatkan kisah cinta ini. Dulu, teman saya dan Vanny ini mengalami salah komunikasi yang fatal. Namanya juga anak SMP dikala belum ada media sosial dan HP dan internet. Yang ada, titip salam sama teman. Gak dinyana, si teman, suka juga dengan Vanny. Yang ada yang dititipin salam malah menyosor Vanny. Apesnya, di SMA dan kuliah mereka satu sekolah lagi dan Vanny mengakui dia dulu suka (tapi bukan first love) sama teman saya ini. Tapi, si teman bilang, teman saya sudah punya pacar. Setelah itu, antara teman saya dan Vanny, tidak pernah dapat timing yang pas. Satu jomblo, satu punya pacar dan seterusnya. Tapi rupanya, teman saya masih menyimpan sejuta rasa yang saya beneran gak yakin, penasaran atau memang cinta.

Nah jadi, Observer, who is the one person that leaves you all of this impressions?

Mengingat-ngingat hal-hal tersebut diatas, saya jelas punya seorang first love. Sudah saya simpan rapat-rapat dalam hati untuk dibuat senyum-senyum sendiri saja.