360 total views |

sosial media
                                                                                                   Sanksi bagi haters di media sosial

Saat ini sering sekali terdengar istilah “haters” terutama di media sosial. Haters adalah orang atau sekelompok orang yang fokus mengkritik orang atau kelompok lain. Kritik yang diberikan pun terkesan membenci dan kata – katanya kasar. Para haters ini seperti meluapkan emosi kepada orang yang dibencinya, dan menjadi provokator untuk orang lain.

Apakah Observer disini ada yang menjadi haters di media sosial? Hati – hati! Karena jadi haters di media sosial itu ada hukumannya loh.

Disadur dari hukumonline.com, terdapat dasar hukum mengenai sanksi haters di medsos. Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elktronik (UU ITE), Pasal 27 ayat 3, yang berbunyi “Seseorang yang sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi atau dokumen elektronik dengan muatan penghinaan/pencemaran nama baik.”

Jika, orang yang dihina oleh haters mengadu kepada pihak yang berwajib, haters akan mendapatkan hukuman penjara paling lama 6 tahun atau harus membayar denda paling banyak sebesar 1 miliar rupiah (Pasal 45 ayat (1) UU ITE).

Dalam menentukan adanya penghinaan atau pencemaran nama baik, konten dan konteks menjadi bagian yang sangat penting untuk dipahami. Tercemarnya atau rusaknya nama baik seseorang, secara konten hanya korbanlah yang secara subyektif dapat menilainya. Sedangkan secara konteks harus dinilai secara obyektif. Oleh karena itu, untuk memahami konteksnya, lebih baik meminta pendapat para ahli, seperti ahli bahasa, ahli piskologi, dan ahli komunikasi.

sosial media
                                                                                                  Salah satu contoh perilaku haters

Yah… daripada Observer menjadi haters yang hidupnya tidak tenang karena takut dituntut, lebih baik menjadi seorang juragan properti yang hidupnya lebih bahagia dan bermanfaat. Betul tidak?

Share To: