744 total views |

Agustus adalah bulan kebangsaan untuk seluruh rakyat Indonesia. Rasanya kalau sudah memasuki bulan Agustus, warna merah ada dimana-mana, mengingatkan kecintaan saya pada negeri ini. Belum lagi kemanapun pergi, lagu-lagu kebangsaan seperti “Berkibarlah Benderaku” dan “Tujuh Belas Agustus” didengungkan dengan megah. Agustus tahun ini, malahan lebih special karena di bulan yang sama Indonesia menggelar pesta olah raga Asian Games. Melihat perjuangan para atlet yang jatuh bangun berusaha mengharumkan nama bangsa di negeri sendiri beberapa kali membuat saya sedikit berkaca-kaca. Saat tulisan ini ditulis, perjuangan Anthony Ginting di cabang olahraga Bulutangkis nomor tunggal putra masih berlangsung, tapi kemenangannya di perempatfinal melawan juara dunia Kento Momota sangatlah epic!

Perjuangan Bangsa Indonesia
                                                                    Ekspresi Anthony Ginting setelah mengalahkan Kento Momota

Pencapaian-pencapaian Indonesia saat ini tentu tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan bangsa ini, dan tahukah Observer bahwa salah satu saksi penting perjuangan bangsa Indonesia ini adalah kota Karawang! Di kecamatan Rengasdengklok di Karawang, terjadilah momen bersejarah penculikan Soekarno-Hatta sehari sebelum proklamasi 17 Agustus 1945 dibacakan. Dan hingga saat ini rumah bersejarah tersebut masih berdiri sebagai saksi sejarah.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Muhammad Hatta diculik oleh sekelompok pemuda yang antara lain adalah Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh, dan dibawa ke rumah Djiaw Kie Siong (salah seorang anggota PETA) di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Di rumah ini, Soekarno-Hatta didesak untuk mempercepat proklamasi. Setelah komunikasi bolak balik antara Jakarta – Rengasdengklok maka pada tanggal 16 Agustus malam, Soekarno-Hatta dijemput kembali ke Jakarta untuk kemudian keesokan harinya memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Di rumah ini, Soekarno-Hatta sempat beristirahat. Jadi kalau Observer berkunjung ke rumah cagar budaya ini, masih ada bagian-bagian yang masih asli dari peristiwa Rengasdengklok tersebut walaupun menurut keterangan DJiaw Kim Moy, cucu dari Djiau Kim Siong yang kini memelihara rumah tersebut, ada beberapa barang seperti tempat tidur yang digunakan Muhammad Hatta sudah dibawa ke Bandung untuk disimpan di museum. Dari peristiwa ini, saya jadi paham bahwa semenjak dulu, Karawang memang sudah dijadikan buffer untuk Jakarta. Dalam kasus penculikan Soekarno-Hatta, Rengasdengklok dipilih karena lokasinya yang hanya berjarak 81 Km dari Jakarta ini jauh dari jangkauan pengawasan tantara Jepang. Saat ini, Karawang menjadi pusat Industri Indonesia karena jaraknya yang dekat dari Jakarta, tetapi ketersediaan lahan masih sangat luas.

Monumen Kebulatan Tekad
                                                        Rumah Pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta di Rengas Dengklok

Saksi sejarah lain yang terdapat di Rengasdengklok adalah monument Kebulatan Tekad. Monumen ini dibuat diatas lahan yang dulunya merupakan lokasi markas PETA atau Tentara Sukarela Pembela Tanah Air. Di monument tersebut berdiri sebuah tugu dan relif setengah lingkaran di belakangnya yang menceritakan peristiwa di sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agusus 1945. Lokasi ini tidak jauh dari rumah Djiau Kim Siong.

Saksi Sejarah Indonesia
                                                                                        Monumen Kebulatan Tekad Rengas Dengklok

Sekarang ini, tampaknya Karawang akan tetap menjadi saksi sejarah pembangunan Indonesia. Tahukah Observer bahwa saat ini Karawang adalah Kawasan Industri Kedua Terbesar di Asia Tenggara? Dengan ketersediaan lahan yang masih memungkinkan untuk pembangunan dan pembentukan kota mandiri dilengkapi dengan sejarah dan kebudayaan yang memungkinkan untuk terbentuknya sebuah kota yang berkarakter, Karawang akan menjadi the next IT!

Referensi:

1. https://www.tripadvisor.com/Attractions-g2048660-Activities-Karawang_West_Java_Java.html – Diakses 25 Agustus 2018

2. https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150812_majalah_rengasdengklok – Diakses 26 Agustus 2018

3. https://www.aroengbinang.com/2018/02/monumen-kebulatan-tekad-rengasdengklok.html – Diakses 26 Agustus 2018

Share To: