Penulis: Firsa Amanda | Editor: Ratna MU Harahap

RUSIA1

Dengan berlangsungnya Olimpiade Tokyo 2020 dengan opening ceremony yang berbeda dari Olimpiade sebelumnya dimana ada 68.000 kursi kosong pada opening ceremony tersebut dikarenakan situasi pandemi yang tidak bias dihindari oleh siapapun. Olimpiade Tokyo 2020 yang diikuti oleh 11.656 atlet dari 206 negara, saat ini yang memimpin perolehan medali terbanyak dipegang oleh negara Cina. Cina mampu mengumpulkan lebih dari 20 medali emas.

Jika Observer belum tau, dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini ternyata ada beberapa hal yang mungkin saja baru kita ketahui. Seperti Negara Rusia yang tidak merepresentasikan nama dan bendera negaranya pada Olimpiade dunia ini. Para atlet dari Rusia mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 menggunakan bendera komite. Hal tersebut dikarenakan rusia yang terkena sanksi atas penggunaan doping yang dilakukan oleh para atletnya pada olimpiade sebelumnya.

RUSIA2
*Opening ceremony Olimpiade Tokyo 2020

RUSIA3

*Kronologi penggunaan doping yang dilakukan oleh atlet Rusia

RUSIA4
*Kemenangan atlet Rusia sebelum terbukti menggunakan doping di Olimpiade Sochi pada tahun 2014

Rusia bersaing dengan nama Russian Olympic Committee “ROC”. Bermula pada Olimpiade musim dingin di Vancouver tahun 2010, Rusia memenangkan 15 medali dan menempatkannya di urutan ke-11. Empat tahun kemudian di tahun 2014, ketika Olimpiade musim dingin di Sochi, Rusia. Rusia dapat menempatkan di posisi pertama, dengan meraih 30 medali. Pada awalnya semua orang berpikir bahwa peningkatan yang terjadi pada Russia ini bias jadi karena keberuntungan tuan rumah. Karena jika kita lihat pada negara Australia, Cina dan Inggris yang masing-masing memiliki peningkatan perolehan medali ketika mereka menjadi tuan rumah dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah berlangsungnya Olimpiade pada tahun 2014, beberapa investigasi mengungkapkan bahwa adanya permainan kotor yang dilakukan oleh Rusia. Ternyata kontingen Rusia mengakali tes doping untuk atletnya. Lebih menakjubkan lagi larangan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Rusia diberlakukan setelah penyelidik menemukan bahwa Rusia telah merusak data pengujian obat untuk menutupi program doping yang didukung Rusia secara sistematis dengan melibatkan lebih dari 1.000 atlet.

Ketika berlanjutnya investigasi, menurut laporan resmi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengungkapkan bahwa skandal doping tidak hanya terjadi pada Olimpiade tahun 2014. Terdapat ratusan tes doping yang hasilnya positif dengan diakali oleh Rusia untuk berbagai kompetisi. Karena Rusia terbukti melakukan skandal doping untuk para atletnya, Rusia tidak bias mengikuti Olimpiade internasional hingga larangannya dicabut pada tahun 2022 bulan Desember mendatang.

RUSIA5
*Kemenangan Rusia saat ini di Olimpiade Tokyo 2020

Namun, setelah berbagai negosiasi dilakukan dengan Komite Olimpiade Internasional, para atlet Rusia diperbolehkan mengikuti kompetisi Olimpiade termasuk Tokyo 2020 ini. Karena itu pada Olimpiade Tokyo 2020 ini Rusia tidak merepresentasikan nama negara dan benderanya, melainkan menggunakan nama ROC. Ketika upacara pemenang untuk atlet Rusia, yang diputarkan lagunya bukanlah lagu kebangsaan Rusia, sebagai gantinya ROC menggunakan fragmen dari Piano Concerto No. 1 oleh Pyotr Ilyich Tchaikovsky.

Referensi:

Time.com

instagram.com/NajwaShihab

https://www.youtube.com/studiiqeducation

RFERL.ORG

About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *