Penulis: Santi Apriani | Editor: Ratna MU Harahap

MENGUMPAT1

Sebagai manusia normal Observer pasti mengalami kejadian-kejadian yang membuat kesal, marah yang kadang membuat kadar kesabaran menipis dan ingin meledakkan diri. Tentunya kadar kekesalan dan kemarahan setiap orang berbeda-beda, ada yang kesentil dikit langsung meledak dan keluar kata-kata umpatan dengan mudahnya, ada yang masih bisa menahan diri lalu mengumpat dalam hati, ada yang bermuka topeng didepan lawan bicaranya diam saja tapi pada saat orangnya pergi langsung keluar umpatan-umpatan yang tertahan. Observer masuk ke dalam kategori mana nih?

Menurut saya, karena manusia adalah merupakan makhluk yang tidak sempurna, jadi mengumpat adalah hal yang wajar. Pertanyaannya, apakah mengumpat ada manfaatnya? Ternyata… ada lho manfaatnya!

  1. Bisa Mengurangi Rasa Sakit

Salah satu manfaat mengumpat adalah mengurangi rasa sakit. Kebiasaan ini dapat mengaktifkan respons fight-or-flight, yang memicu pelepasan hormon adrenalin di dalam tubuh. Hormon ini mampu menumpulkan rasa nyeri.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Keele, Inggris, menemukan bahwa orang yang mengumpat beberapa kali dalam sehari mampu menahan kedua tangannya di dalam air es lebih lama dibandingkan dengan yang tidak.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi seseorang yang mengumpat berlebihan. Pasalnya, terlalu banyak mengumpat menjadikan seseorang terbiasa berkata kasar sehingga tidak terasa apa-ap aketika melakukannya. Sesuai pepatah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik jadi kontrol diri tetap diperlukan ya, jangan sampai kebablasan.

  1. Ajang Pelampiasan Tanpa Melibatkan Kekerasan

Mengumpat membantu orang melampiaskan amarah tanpa melibatkan kekerasan. Jadi, mengumpat menjadi suatu pelepasan yang lebih sehat untuk mengeluarkan emosi negatif.

Sesekali berkata kasar dapat memudahkan seseorang melampiaskan amarah terhadap orang lain maupun situasi, tanpa membutuhkan suatu kekerasan atau melakukan hal-hal berbahaya. Ingat… yang bergerak itu mulut, bukan anggota tubuh yang lain.

  1. Bisa Mendatangkan Kelegaan

MENGUMPAT2

Menggunakan kata-kata makian memungkinkan Observer untuk mengekspresikan berbagai macam emosi. Ini memungkinkan Observer untuk mengomunikasikan perasaan dengan cepat dan efektif. Dan sains menegaskan bahwa hal itu benar-benar memiliki efek katarsis atau menimbulkan perasaan lega pada diri Observer. Hal ini akan sangat dirasakan oleh mereka yang sebelumnya tidak pernah mengumpat atau suda hmemendam lama perasaan ketidaknyamanan dalam hati kemudian melepaskannya dengan umpatan.

4. Mekanisme Koping yang Aman

Mengumpat dapat menjadi mekanis mekoping (cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan perubahan). Manfaat mengumpat yang satu ini dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Dengan mengumpat, kepercayaan diri bisa meningkat ketika Observer merasa terancam maupun diserang. Hal ini akan membentuk kekuatan di dalam diri, dan kepercayaan diri di tengah ketegangan dan stres yang sedang dialami.

5. Memberi Rasa Kontrol atau Kekuatan

MENGUMPAT3

Mengumpat dan berkata kasar bisa memberi kontrol atau kekuatan akan suatu situasi yang buruk atau negatif. Ironisnya, ha lini sering kali terjadi ketika Observer menghadapi suatu kondisi yang tidak menyenangkan.

6. Cara Ampuh Untuk Mengakrabkan Diri

MENGUMPAT4

Memperkuat ikatan sosial atau mengakrabkan diri menjadi salah satu manfaat mengumpat. Kebiasaan ini bisa memberi rasa berkepemilikan dalam suatu komunitas. Inilah alasan mengumpat saat bersama dengan teman-teman akan membuat suasana hati lebih lega, terutama ketika diamini oleh teman.

Apabila dilakukan dengan benar, pada situasi dan kondisi yang tepat, kebiasaan yang dilakukan bersama teman ini bisa mengindikasikan bahwa Observer adalah seseorang yang terbuka, dapat dipercaya, dan menyenangkan untuk menjadi seorang teman. Di Indonesia sendiri kita dapat melihat tingkat keakraban dalam pertemanan dengan interaksi / bahasa yang digunakan dalam percakapan, makin bebas saling mengumpat makin akrab/dekat pertemanan tersebut.

7. Memberi Dampak Positif terhadap Kesehatan Fisik maupun Mental

Manfaat mengumpat baik bagi kesehatan fisik dan mental Observer bila tidak menjadi suatu kebiasaan yang vulgar.

Pada orang-orang yang baru sembuh dari kanker, atau orang-orang yang menderita penyakit kronis dalam waktu lama, mengumpat dapat membantu dalam hal memproses emosi yang mereka rasakan.

Selain itu, manfaat mengumpat bagi kesehatan fisik dan mental lainnya, yakni memperlancar peredaran darah, meningkatkan kadar hormon endorfin dan serotonin, serta memberikan rasa tenang dan memiliki kontrol.

8. Pelepasan Ekspresi Diri dan Kreativitas

MENGUMPAT5

Terkadang, mengumpat bisa menyalakan kreativitas di dalam diri. Individu yang memiliki bakat kreatif menemukan bahwa mengumpat bisa memunculkan kata-kata kreatif yang diperlukan dalam melakukan suatu pekerjaan.

Ternyata mengumpat tidak selalu menimbulkan efek negatif ya Observer, tentunya dengan catatan: harus tau tempat, situasi, kondisi dan lawan bicara. Ga mungkinkan Observer melakukan hal tersebut saat di acara resmi, atau sedang meeting dengan klien/rekan kerja, atau saat bertemu calon mertua, bisa-bisa Observer langsung diblacklist. Dan ingat! Jangan terlalu sering, juga tidak disertai dengan rasa marah berlebihan serta emosi negatif lainnya karena bisa-bisa bukannya mendapatkan manfaat diatas malah dapat masalah baru.

Source &Refrence :

  1. klikdokter.com
  2. liputan6.com
  3. Pexels.com
About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *