167 total views |

     Di depan rumah saya ada joglo. Joglo kecil saya ini dikelilingi kaca, plus, pagar rumah saya itu mini. Cuma setinggi lutut. Lama-lama karena kagok sering diliatin orang kalau lagi duduk disitu, kita tidak pernah lagi menggunakan joglo itu. Saya sempat terfikir membuat taman bacaan disitu. Kendalanya, halaman saya akan ramai, padahal luasnya hanya seadanya.

     Sepertinya, developer Galuh Citarum bisa membaca pikiran saya. Perumahan Galuh Mas karya Galuh Citarum menawarkan taman bacaan untuk anak-anak di lingkungan Galuh Mas. Wah, ini mah seperti mendapat durian runtuh! Perumahan selalu menyediakan sarana bermain bagi anak-anak yang manfaatnya sangat banyak.

Taman Bacaan Galuh
                                                                                                              Taman Galuh Mas

Cam Everland Primary School di Inggris pernah menyajikan artikel tentang “manfaat membaca bagi anak-anak”. Menurut artikel tersebut, beberapa keuntungan membaca bagi anak-anak yang gemar dan rutin membaca adalah:

1. Membaca memberikan latihan yang berkesinambungan bagi otak. Aktivitas membaca merupakan tugas yang lebih sulit bagi otak dibandingkan menonton TV. Membaca meningkatkan kinerja sel-sel otak.

Minat Baca Anak

2. Membaca dapat meningkatkan konsentrasi karena anak-anak diharuskan duduk tenang saat melakukan aktivitas ini. Apabila sering dilakukan maka lama kelamaan, anak-anak akan terbiasa fokus.

Taman Bermain Anak

3. Membaca mengajarkan anak-anak mengenai dunia melalui materi yang dibacanya.

Pustaka di bus

4. Membaca meningkatkan kemampuan berbahasa dan perbendaharaan kata-kata yang dimiliki anak.

Taman Bacaan Galuh

5. Membaca meningkatkan daya imajinasi anak.stimulus untuk anak-anak2

6. Membaca juga dapat meningkatkan empati pada anak yaitu pada saat si anak membayangkan bagaimana perasaannya apabila apa yang terjadi di buku terjadi padanya.

7. Membaca adalah salah satu cara untuk meluangkan waktu bersama antara orang tua dan anak-anaknya. Apalagi apabila setelah membaca, aktivitas dilanjutkan dengan berdiskusi tentang buku tersebut atau untuk anak-anak yang lebih kecil, bisa dilanjutkan dengan aktivitas membuat art & craft yang berhubungan dengan cerita yang baru dibaca. Misal, setelah bercerita tentang burung, anda bisa membuat origami burung, dan lain-lain.

 

Tapi bagaimana sih cara menumbuhkan minat baca bagi anak-anak?

1. Kelilingi anak-anak dengan buku.

Harga buku memang mahal, tetapi, untuk membiasakan anak pada lingkungan yang banyak buku, Observer tidak harus selalu membeli buku baru, atau bahkan tidak perlu membeli sama sekali.

Pertama, seperti yang ditawarkan oleh Galuh Mas, Observer bisa bergabung dengan taman bacaan. Kalau di Galuh Mas, anda tidak perlu repot lagi mencari dan menjangkau taman bacaan. Observer bisa dating ke BUSTAKA yang berada satu kawasan dengan resto pesawat. Kalau Observer kebetulan tinggal di Jakarta dan sekitarnya, banyak pilihan yang bisa Observer jajaki dari mulai Perpustakaan Nasional, Perpusataaan Daerah DKI Jakarta, Pusat Informasi Kompas yang merupakan Gudang arsip harian Kompas, hingga perpusatakaan-perpustakaan yang didirikan oleh individual atau Yayasan sosial lainnya seperti Rimba Baca, Rabbit Hole dan The Reading Room.

Selain itu, Observer bisa juga mencari buku-buku bekas yang masih layak untuk dibaca. Cobalah cari perpustakaan sekolah yang cukup baik di kota anda. Biasanya perustakaan-perpusataan sekolah seringkali mendaur ulang buku-buku bacaanya dan buku yang sudah tidak terpakai tetapi masih layak baca bisa dijual dengan harga yang sangat murah.

Usahakan menyediakan buku dari berbagai genre agar anak pada akhirnya dapat menemukan sendiri minatnya.

Stimulus untuk Anak - Anak
                                                                                  Buku Anak – Anak

2. Rutin membacakan cerita untuk anak

Membaca bersama anak secara konsisten dapat membentuk rutinitas pada anak. Sesuatu yang ia akhirnya akan lakukan sendiri. Bisa karena biasa. Apabila Observer biasa memilih untuk membacakan cerita di malam hari, aktivitas ini malah ada bonusnya, yaitu anak bisa mengasosiasikan membaca dengan kegiatan yang merelaksasi.

 

Saya sendiri sudah merasakan manfaat membacakan cerita dan membaca bersama anak. Anak kedua saya Rayni, termasuk anak yang terlambat membaca. Di kelas 2 SD, dia baru bisa mulai membaca. Padahal saya mulai membaca bersama Rayni semenjak ia berumur satu tahun. Ternyata, kesiapan anak memang berbeda-beda. Saat ini, Rayni tidak bisa terlepas dari buku, walaupun yang dipegangnya selalu beragam buku cerita dari mulai pic book, komik sampai novel singkat. Selain itu, dia juga sudah mulai suka menulis! Karyanya sudah pernah mendapat juara lomba menulis, dan saat presentasi di sekolahnya, saya menyadari dia punya kemampuan analisa dan kosa kata yang cukup membanggakan karena selalu bisa menjawab pertanyaan berbasis logika. Walaupun yang agak parah, sekarang dia suka menghindari soal aljabar yang disajikan hanya angka. Maunya hanya soal cerita!

Gramedia Karawang
                       Kalau mau lebih private, toko buku GRAMEDIA ada dalam radius 2 km dari lokasi HUNIAN.

Nah, kalau di perumahan sendiri sudah ada taman bacaan, masalah supply buku sudah teratasi, tinggal mengatur jadwal membaca bersama anak-anak, nih Observer. How fun!

 

Referensi:

1. http://www.readingrockets.org/article/reading-your-child, diakses 18 September 2018

2. http://www.cameverlands.org.uk/10-benefits-of-reading/, diakses 18 September 2018

3. https://klasika.kompas.id/8-perpustakaan-keren-di-jakarta-dan-sekitarnya/, diakses 21 September 2018.

Share To: