344 total views,  1 views today

7 Tips Berbanking Aman

 

Observer sudah berkenalan dengan E-channel atau bahkan sudah memiliki beberapa aplikasi perbankan dengan basis digital? Sungguh membuat segala urusan mudah dan cepat. Dengan menggunakan gadget, Observer dapat dengan mudahnya melakukan berbagai layanan perbankan secara realtime, dimanapun dan kapanpun. Servis dan layanannya pun beraneka ragam dan lengkap untuk mendukung home business atau aktivitas jaman now yang sangat mobile.  Cakupan layanan E-channel ini sangat beragam dari mulai Kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam pembukaan rekening yang dilakukan secara online sehingga nasabah tidak perlu datang ke Bank untuk membuka rekening baru, hingga cash management.

Di sisi lain dunia digital ini rentan terhadap peretas. Jika dana yang diambil sekaligus besar, mungkin observer aware, tetapi jika dana yang diambil hanya beberapa puluh ribu, biasanya nasabah berpikir kelupaan, sebagai pengguna, kita juga bisa membantu memaksimalkan keamanan data dan informasi kita dengan beberapa langkah berikut:

1. Pilih aplikasi yang dienkripsi dan data tidak disimpan di server.

Sayangnya, dua messaging platform paling popular saat ini yaitu Whatsapp dan Facebook, menyimpan data mereka di server sehingga apabila server di retas (hack), maka data kita pun otomatis beresiko untuk di retas. Pilihan aplikasi Signal bisa menjadi pilihan tetapi sayangnya tidak popular.

2. Gunakan “Two-step verification” yang dikirimkan ke email Observer.

Dengan begitu, sang peretas tidak hanya perlu mengakses telepon atau gadget lainnya, tetapi peretas pun perlu meretas email anda.

3. Sesekali periksa access logs dalam akun personal anda.

Pastikan semua IP Address yang mengakses akun Observer dapat dikenali dan segera mengganti password apabila terlihat ada IP address yang mencurigakan.

4. Gunakan password canggih untuk telepon Observer.

Sebagian besar kasus yg disebut “penyadapan” lebih dikarenakan orang “yg menyadap” punya akses secara fisik atau mengetahui password gadget kita. Sehingga sebenarnya pertahanan yang utama adalah menggunakan password yang aman dan sulit ditebak orang lain.  Hindari tanggal lahir atau nomor berurutan untuk password observer.

5. Gunakan alat yang dapat dipercaya

Hindari penggunaan computer bersama seperti dalam computer lab di kampus atau di sekolah untuk mengakses akun-akun pribadi apalagi mengakses laman e-banking Observer.  Apabila terpaksa dilakukan, segera ganti password di hari yang sama untuk akun-akun tersebut.

6. Sekali lagi: Berhati-hatilah dengan Password

Password harus diganti sesering mungkin sehingga meminimalisir kemungkinan Observer terkena hack. Tetapi tentu masalahnya, kita akan lupa password apa yang sedang digunakan.  Coba gunakan password management application yang sekarang sudah banyak beredar.  Alternativenya, gunakan satu akun untuk log-in tetapi ganti password setiap beberapa bulan atau bahkan setiap bulan.

7. Instal Software Enkripsi

Langkah yang satu ini digunakan untuk menghadapi peretas yang lebih canggih. Tetapi, untuk keamanan bersama, tidak ada salahnya dicoba.

Dari beberapa kasus selebrita yang kita dapati di media massa, kebanyakan, kasus tersebut bermula dari akses fisik terhadap handphone atau gadget milik korban, bukan dari proses hacking jarak jauh ala The Bourne Identity atau James Bond.  Jadi, kita bisa mulai melindungi diri kita sendiri dari segala aktivitas kita di gadget baik itu chat maupun transaksi keuangan dengan hal-hal simpel seperti diatas terlebih dahulu.