1,355 total views |

Asatti vanya park

Begitulah hal yang saya rasakan dalam perjuangan mencari property pertama saya. Dengan kondisi baru mulai bekerja, kebetulan belum berkeluarga sehingga masih bisa longgar dengan budget harian, rasanya pas nih kalau mulai cari-cari property.

Kriteria saya dalam mencari “property” juga tidak muluk-muluk. Ukuran tidak usah terlalu besar, “easy to maintain”, akses ke lokasi cukup bagus dan harga terjangkau. Masalah fasilitas sih saya anggap sebagai bonus saja. Oiya, karena ini adalah “property” pertama, ada kemungkinan di masa yang akan datang ketika sudah berkeluarga, saya akan pindah. Artinya “property” ini harus bisa digunakan sebagai alat pencari uang juga.

Cukup lama juga saya mencari, dari mulai “property” yang berlokasi di tengah kota Jakarta, pinggiran kota sampai “property” yang lokasi nya cukup jauh dari Jakarta sudah saya datangi. Beragam bentuk “property” juga sudah saya lihat. Mulai dari rumah sederhana, rumah menengah, rumah susun sampai apartemen sudah pernah saya “survey”. Rasanya belum ada yang klik, belum ada yang sreg di hati.

Sudah hampir putus asa juga saya mencari, sampai suatu hari saya membaca sebuah artikel, dan melihat suatu hal yang menarik. Artikel tersebut ditulis oleh “Dolf de Ross” mengenai rumus 100:10:3:1, rumus tersebut menunjukkan bahwa dari 100 properti yang dicari, 10 dinegosiasi, 3 yang dicari proses pembiayaanya, dan 1 yang “deal”.

Konsep ini menggambarkan bahwa saya tidak boleh berhenti untuk mencari “property” idaman. Bila pencarian saya belum mencapai 100 , berarti saya masih harus berusaha lagi.

properti idaman
Deretan Umbul Promosi di BSD City

Suatu hari , saya ditugaskan untuk mengunjungi nasabah di daerah BSD City. Jujur saja, walaupun saya tahu daerah BSD City ini memiliki berjuta potensi, tapi dari yang saya dengar harga yang ditawarkan juga sangat tinggi. Sehingga saya tidak tertarik untuk mengunjungi BSD City. Setiba di sana saya kaget juga, karena ternyata BSD City sudah berkembang dengan pesat. Pembangunan sedang gencar dilakukan disana, terlihat dari deretan spanduk dan umbul-umbul yang berlomba –lomba mengiklankan produknya. Sambil berkeliling saya juga melihat bahwa sudah banyak sarana seperti sekolah, universitas dan rumah sakit besar di sini.

 

 

 

 

 

Asatti vanya park
SWA Academy & Jakarta Nanyang School, Beberapa Sekolah Favorit di BSD City

 

Saat makan siang di sebuah rumah makan “fastfood”, tidak sengaja saya mendengar percakapan dari sekumpulan mas-mas kantoran yang duduk di dekat saya. Berulang kali saya dengar kata Asatti , terjangkau, mewah disebut sebut oleh mereka. Akhirnya saya coba browsing dari gawai saya mengenai Asatti.

Wah, ternyata Asatti ini adalah “cluster” terbaru di BSD City dan terdiri dari beberapa tipe “property”. Ada yang berupa rumah, ada juga yang berupa apartemen. Saya berusaha mencari lebih banyak info mengenai unit apartemen Assati. Dari gambar yang saya dapat, terlihat bahwa Assati ini merupakan “low rise apartemen building”. Hanya terdiri dari 5 lantai saja. Ini lah yang membuat saya langsung klik, karena mencari “low rise apartemen” ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami , susahnya setengah mati. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan juga luar biasa.

Walau belum ada gambaran mengenai harga, lokasi dan fasilitasnya, saya coba hubungi nomor marketing yang tercantum, langsung minta untuk diantar melihat lokasi. Mumpung masih di area BSD City.

Affordable living space
Bagian dalam AEON Mall

Meeting point kami adalah di AEON Mall. Dari sana kemudian saya dan marketing BSD City menuju lokasi Asatti. Hanya sekitar 10 menit kami melewati “gate Vanya Park”, kemudian saya lihat ada danau buatan yang sangat besar dan asri. Keberadaan danau ini membuat atmosfer lingkungan terasa lebih sejuk.

Kemudian, kami tiba di depan “cluster” Asatti. Marketing langsung membawa saya ke Apartemen Asatti Chalcedony. Dengan ketinggian gedung hanya 5 lantai, tapi pihak pengelola menyediakan lift. “Ok, nice start”. Saya pun diajak melihat salah satu unitnya. Masuk ke dalam, saya langsung bisa melihat pemandangan di luar apartemen karena jendela “floor to ceiling” .

Progres per Juli 2018 kolam renang Asatti

Karena, saya sudah “khatam” dengan berbagai jenis “property”, saya tahu bahwa jendela ini jarang sekali ada di apartemen kelas menengah. Lantai pun sudah menggunakan parquet, sehingga jauh dari kesan murah. Pemandangan dari jendela saya cukup menarik, yaitu kolam renang yang ada di blok rumah depan unit apartemen. Dan ternyata, kolam renang ini bisa dinikmati oleh seluruh penghuni “Cluster” Asatti. Luas Apartemen Asatti ini adalah 35m2, dengan 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang duduk , ruang makan dan dapur kecil ini sangat cukup untuk kebutuhan saya sekarang.
Hampir saja saya batal menanyakan harga, karena dengan bentuk apartemen yang “low rise”, lingkungan yang eksklusif dan fasilitas yang ditawarkan saya yakin pasti harganya “jauuuuuhh” di atas budget saya. Apalagi ini lokasinya di BSD City. Tapi, karena sudah tanggung ada di sini, maka saya pun langsung tembak tanya harga ke marketing nya.
 

 

 

 

Tahukah anda, bahwa ternyata dengan Rp 698 juta, anda sudah bisa punya “property” di lingkungan eksklusif dengan fasilitas yang sangat lengkap di BSD City? Dari hasil pencarian saya selama ini saya tahu bahwa peningkatan harga di BSD City amatlah luar biasa. Kalaupun saya hanya pakai selama 2 tahun, maka tahun berikutnya unit ini bisa saya jual kembali dengan harga jauh di atas harga beli saya, atau bisa saya sewa-sewakan. Dengan keberadaan “ICE Exhibition” sebagai hall terbesar di Indonesia, Kantor kantor dan Universitas yang berada di BSD City, rasanya sih akan selalu ada penyewa yang siap menghuni unit ini. Mantap sudah niat saya untuk membeli Apartemen Asatti.

Ternyata setelah saya melihat catatan saya, Apartemen Asatti ini adalah unit ke 97 yang sudah saya lihat, “so I guess 97 is my lucky number!”

Share To: