736 total views |

Menikmati hari tua dengan 24/7 liburan dan sarana sosialisasi yang mumpuni

Suatu hari saat berkunjung ke rumah orang tua saya, terlihat ayah saya sedang duduk sambil menonton televisi. Saya kaget,loh kok ternyata beliau menonton sinetron. Sejak kapan beliau suka sinetron? Waktu saya tanya, beliau cuma bilang habis bosan. Saya pancing lagi, memang kegiatan bapak dan ibu apa saja sih sekarang? Beliau menjawab ya nonton tv aja. Saya bingung juga, sebab dulu bapak dan ibu adalah orang-orang yang cukup aktif. Senang beraktivitas fisik seperti “jogging”, berenang dan jalan-jalan di dekat rumah.

Saya tanya, masih suka “jogging” kah? Bapak hanya menjawab pendek ah malas, ramai sekarang jalannya. Ternyata bahkan beliau sudah agak lama berhenti berenang. Alasannya karena kolam renang cukup jauh, malas kena macet di jalan.

Kemacetan Jakarta
Potret Kemacetan Jalan di Jakarta

Memang sekarang daerah rumah orang tua saya sudah jauh banyak berubah daripada dulu ketika kami masih kecil. Dahulu area ini masih tidak terlalu ramai, belum banyak mobil lalu lalang di depan rumah. Udara juga masih segar karena banyak pepohonan. Masih enak untuk melakukan aktivitas “jogging” atau jalan pagi di sekitar rumah. Sekarang begitu keluar pagar, sudah disambut oleh padatnya jalan raya. Pohon-pohon juga sudah menghilang, ditebang ketika pembangunan jalan. Akibatnya, udara terasa lebih panas dan sangat berdebu. Kalau dulu, pagi-pagi Bapak masih bisa minum kopi sambil baca koran di teras, sekarang kondisi sudah tidak memungkinkan lagi. Selain karena panas dan debu, banyak orang-orang yang tidak diharapkan seperti pengamen ataupun orang yang minta sumbangan yang datang menghampiri.

Kemudian Bapak juga bercerita, sekarang kehidupan bertetangga di daerah seputaran sudah sangat jauh berubah. Kalau dulu beliau saling kenal dengan tetangga kanan kiri sampai ke ujung jalan, sering berkumpul sambil olahraga pagi, sekarang bahkan beliau tidak kenal dengan tetangga sebelahnya.

Wah, bahaya juga nih. Kasihan juga orang tua saya kalau harus terus tinggal di sini. Kemudian saya bertanya, kalau memang ada rumah yang lokasi dan lingkungannya lebih nyaman apa Bapak dan Ibu mau pindah? Bapak berpikir sebentar, tapi kemudian beliau menjawab kalau memang ada yang cocok kenapa tidak, beliau sudah kurang nyaman juga tinggal di sini.

Mulailah saya bergerilya mencari “property” yang pas untuk orang tua saya. Saya rajin membuka –buka internet untuk mencari “property” yang kira-kira cocok untuk mereka. Sampai suatu hari di “feeds instagram” saya muncul sebuah akun dengan gambar rumah yang unik, jarang saya lihat sebelumnya. Saya pun penasaran dan coba untuk membuka akun tersebut.

Caelus
Instagram Caelus Greenwich Park BSD : @caelus_id

Ternyata itu adalah akun milik Caelus, sebuah cluster baru di BSD City. Saya telusuri “feeds” dari akun ini, makin banyak saya dapat informasi, makin tertarik saya dengan “cluster” Caelus. Disebutkan di sana bahwa “Cluster” Caelus ini memiliki konsep 24/7 Holiday. Nah ini dia hunian yang cocok bagi orang tua saya, yang sudah saatnya punya kehidupan yang lebih nyaman dan santai. Langsung saya buka account IG nya, yang langsung terkoneksi ke web www.caelus.id. Wah bisa langsung “download e brosur” nya juga. Langsung saya “download” dan pelajari. Makin saya lihat, makin saya yakin ini adalah hunian yang pas untuk orang tua saya.

Keesokan harinya, langsung saya tunjukkan “e brosur” ini pada ayah saya. Beliau tampak bersemangat mempelajari desain dan bentuk rumah. Bentuk desain rumah dari luar memang sudah menarik, dengan bentuk atap yang tidak biasa, sehingga sangat “eye catching”. “Layout” rumah juga terlihat “lega”. Semua ruangan dibuat minim sekat, sehingga terasa lebih luas. Tapi privasi masih tetap terjaga karena sekat diletakkan di tempat yang sesuai. Tapi yang membuat ibu dan bapak saya makin tertarik adalah keberadaan teras di lantai satu yang disebut “Sky Balcony”. Wah, pas ini buat duduk duduk sore, lebih tenang, “ga” akan mungkin di ”ganggu” lalu lalang orang atau kendaraan. Eh, kayanya bisa sambil ngobrol juga sama tetangga ya, soalnya semua rumah ada teras ini juga, begitu komentarnya. Maklum, Bapak saya adalah orang yang sangat senang bersosialisasi. Kehidupan di lingkungan rumah sekarang yang individualis pasti sudah membuat ia kurang nyaman. Kalau ibu lebih semangat lihat “Attic Room” nya. Nah ini pas buat latihan senam deh, biar ga keganggu. Sekalian bisa ngumpet disini kalau lagi kesel sama si Bapak.

Attic Room
Attic Room, Ruangan tersembunyi untuk mengeksplorasi diri

Karena melihat mereka begitu bersemangat, saya langsung bikin janji dengan pihak BSD City. Di hari yang sudah ditentukan, saya bersama Bapak dan Ibu berangkat menuju BSD City. Perjalanan tidak memakan waktu lama, karena memang BSD City sudah memiliki akses tol yang sangat memadai. Mengikuti arahan dari marketing, kami pun menuju kawasan Greenwich Park, yang merupakan lokasi dari Cluster Caelus.

Masuk ke kawasan Greenwich Park, kami sudah cukup terkesan dengan bangunan yang ada di depannya. Pepohonan yang ada di kanan kiri jalan menimbulkan kesan cuaca yang sejuk dan bersih.

Property
Keamanan di Cluster Greenwich Terjamin

Marketing menjelaskan bahwa apabila sudah dibangun semua, nantinya akan ada 1,6 Ha kolam renang di Kawasan               Greenwich Park ini.

Keamanan juga terjamin karena untuk masuk ke “cluster” Caelus kami harus menggunakan kartu akses khusus untuk membuka “gate cluster”. Ibu langsung berkomentar, wah bagus ini, “ngga” sembarang orang bisa masuk ke sini. “Ngga akan mungkin ada pengamen tiba tiba genjreng genjreng” di depan pagar.

Marketing kemudian mengajak kami berkeliling di lingkungan Greenwich Park. Ditawari naik “golf car”, Bapak dan Ibu menolak, mereka memilih untuk jalan kaki saja. Wah, tumben nih pikir saya. Kami pun berjalan di jalur pedestrian yang sudah disediakan. Sambil berjalan Bapak berkomentar, enak sekali jalur ini kalau beliau mau “jogging” atau sekedar jalan pagi. “Ngga usah takut keserempet mobil atau motor”, karena jalur ini benar-benar terpisah dari jalan raya.

Cluster baru di BSD City
Ketika diajak marketing Caelus keliling cluster
24/7 Liburan
Connectivity Path

Ternyata, di kawasan Greenwich Park ini memang sudah dibuat “connectivity path” sepanjang 6km mengelilingi seluruh kawasan. “Connectivity Path” ini letaknya terpisah dari jalan raya, sehingga benar-benar dibuat sebagai pedestrian area. Jadi untuk orang orang yang sedang “jogging” atau “powerwalk” tidak usah takut keserempet. Untuk orang tua yang masih punya anak-anak kecil juga tidak usah takut kalau anak ingin lari-lari atau jalan sendiri, karena memang tidak ada kendaraan bermotor yang melintas. “Connectivity Path” ini juga dibuat rata, sehingga akan memudahkan mereka yang membawa “stroller” ataupun kursi roda. Wah, hebat juga ini developer sudah berpikir sedemikian rupa untuk kenyamanan dan keamanan warga, karena saya belum pernah lihat konsep ini di perumahan yang sudah pernah saya datangi.

Kami pun sampai di bangunan “Club House” yang bernama Phi Phi Club. Terlihat suasana yang santai dan ceria. Beberapa anak sedang berenang di kolam renang, sementara beberapa anak sedang bermain di “Play Room” yang berwarna warni ceria. Cocok nih kalau saya nitip anak-anak di tempat Bapak dan Ibu. Mereka bisa cari hiburan sendiri, tanpa harus merepotkan kakek dan neneknya untuk antar kesana kesini.

Serasa menjadi manusia baru
Anak – anak sedang bermain di Playroom Club House PhiPhi Club

Melihat kondisi Bapak dan Ibu yang sudah agak tua, Marketing kembali menjelaskan , Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, karena sedang dibangun juga 2 “Club House” lain, yaitu Bora- Bora Club yang lebih ditujukan untuk anak remaja dan “Barbuda Resortainment Club” yang lebih tenang dan nyaman yang memang ditujukan untuk orang-orang seusia Bapak dan Ibu yang tidak terlalu suka keramaian. Semua “Club House” ini terkoneksi dengan “Connectivity Path” tadi, sehingga tidak butuh naik mobil kalau hanya ingin berenang . Di sini ibu yang bersemangat, beliau akhirnya bisa melakukan “hobby” berenangnya lagi, tanpa harus bermacet macet. Tinggal jalan dari rumah sudah bisa langsung berenang.

Bapak dan Ibu tampak bersemangat sekali. Saya sungguh senang melihat ekspresi mereka yang berseri seri, rasanya memang sudah lama saya tidak melihat mereka sesenang dan sesantai ini. Di jalan, kami sibuk membahas mengenai “Cluster” Caelus. Ibu bilang, suasana di sana itu mengingatkan akan suasana liburan, kalau tinggal di sana rasanya kaya liburan tiap hari. Bapak juga bilang, baru ngebayangin tinggal di sana aja rasanya udah semangat. Ini tuh jadi kaya manusia baru gitu. Yang lebih hidup, lebih bersemangat, lebih sehat dan pastinya lebih bahagia. Langsung beliau meminta saya untuk cepat cepat mengurus pembelian. Makin cepat pindah makin baik, begitu kata beliau.

Jadi Anda kapan nyusul orang tua saya pindah ke Caelus?

Share To: