296 total views |

Hi Observer,

Pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian istilah car freeday atau hari bebas kendaraan bermotor atau disingkat dalam bahasa keseharian dengan istilah CFD. Gagasan kegiatan ini mulanya bertujuan untuk memicu kesadaran masyarakat, bagaimana jadinya jika suatu kawasan tidak ada polusi udara dari kendaraan bermotor.

CFD Perancis
                                                                         Suasana Car Free Day Di Paris

Dengan harapan, jika masyarakat merasakan dampak positifnya maka akan meningkatkan kesadaran diri untuk mengurangi kebiasaan yang membuat polusi udara. Sudah jelas dampak utamanya adalah berkurangnya polusi dan bertambahnya kadar oksigen

Suksesnya digelar disatu kota, kegiatan CFD begitu cepat diadopsi di kota yang lain, kini hampir semua kota besar di Indonesia menjalankan CFD. Didaerah baik kabupaten/kota memusatkan satu tempat dimana pada jam dan hari tertentu menggalakkan kegiatan yang bebas dari kendaraan-kendaraan bermotor.

Biasanya kegiatan CFD ini mengambil tempat dipusat kota/daerah setempat, dalam seminggu paling tidak ada satu hari antara pukul sekian sampai pukul sekian pengguna kendaraan bermotor dilarang melintas dan berlalu lalang di area CFD. Kegiatan yang dilakukan di area CFD pun bermacam-macam, mulai bersepeda, jogging, lari senam pagi, maupun beberapa kegiatan pendukung yang mengarah ke pengurangan polusi kendaraan bermotor.

Sebagai informasi, Indonesia menempati peringkat 8 besar pencemaran udara. Dengan fakta ini, tentu peran transportasi hijau dan peran acara seperti CFD menjadi penting guna mengurangi sedikit demi sedikit polusi yang terjadi.

Sejarah Car Free Day sendiri bermula pada tanggal 25 November 1956 di Belanda yang melaksanakan Car Free Day setiap hari Minggu, kemudian Perancis pada tahun 1995 melaksanakan pesta memperingati Green Trasport Week di kota Bath, semua masyarakat turun ke jalan untuk merayakan acara tersebut. Inilah perjalanan panjang sejarah kegiatan Car Free Day, yang pada akhirnya kegiatan ini diperingati setiap tanggal 22 September di seluruh dunia. Perayaan kegiatan car free day sedunia serempak dilaksanakan oleh 1500 kota di dunia termasuk Jakarta, yang pada saat itu dihadiri 112 juta manusia.

CFD Belanda
                                                                                           Suasana Car Free Day Di Belanda

Untuk di Indonesia sendiri kegiatan Car Free Day pertama kali dilaksanakan tahun 2001di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat yang saat itu dilakukan penutupan jalan setelah beraudiensi dengan pihak kepolisian dan diputuskan oleh Irjen Pol Djoko Susilo untuk melakukan penutupan jalur Sudirman  – Thamrin dan pada saat hari bumi dan dilanjutkan tanggal 22 dicetuskanlah untuk melakukan kegiatan Car Free Day sebagai agenda rutin rencana kegiatan pemerintah kota.

CFD Jakarta
                                                            Suasana Car Free Day Di Bunderan HI, Jakarta

Lalu apakah Observer pada sudah paham dan tahu apa yang boleh dan tidak boleh di sepanjang area CFD? Ya, selain tidak diperkenankan untuk kendaraan bermotor berlalulalang, menurut peraturan daerah DKI Jakarta no 2 tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara dibahas dalam bagian ketiga soal hari bebas kendaraan bermotor. Berikut apa yang tidak seharusnya ada di Car Free Day yakni menyebarkan materi promosi yang menyebabkan sampah (flyer, brosur, stiker, poster), melakuakn penjualan yang bersifat hardselling, menggunakan genset yang berefek menambah polusi, serta kegiatan bertemakan otomotif, politik, sara dan rokok. Namun di beberapa kasus nyatanya masih banyak sekali pelanggaran diatas yang terjadi sepanjang penyelenggaraan CFD di tiap daerah.

CFD Bandung
                                                                                   Suasana Car Free Day Di Dago, Bandung

“Semua harus kembali ke pribadi masing-masing dalm memahami esensi dari event CFD” begitu menurut kita-kita 🙂

Banyak hal positif yang bisa dipetik dari kegiatan CFD yang tentu berjalan sesuai esensi awal acara ini digagas, selain menambah pertemanan karena dirasa ajang ini sebagai tempat berkumpul banyak orang jadi tak salah jika banyak komunikasi dan silaturahmi terjalin didalamnya, menambah presentase tingkat kualitas udara. Dikutip dari Jawapos pada 2017 kemarin, angka penurunan pencemaran di Jakarta bisa ditekan sebanyak 80% dan itu menurut Observer cukup bagus kan?

Jadi bagaimana? Siap mengembalikan esensi awal di area CFD?

Tetap jaga lingkungan sekitar untuk kehidupan di masa depan yang lebih baik?.

Salam Observer!

Share To: