415 total views |

CELEBRATING THE BIG THREE-O UNDER THE BIG BLUE SKY

Berumur 30 menandai banyak pencapaian penting yang diukur pada saat kita menginjak usia penting tersebut. Banyak pencapaian seseorang diukur pada saat itu mulai dari kepemilikan rumah, keluarga hingga keberhasilan pekerjaan. Coba saja Observer perhatikan beberapa list “The Most” dari mulai 30 under 30 besutan majalah Forbes yang mengusung 30 entrepreneur sukses berumur dibawah 30 tahun, hingga The World’s Youngest Billionaires dari Fox Business. Masalahnya, life gets complicated at this age and you need to make a lot of big decisions.

30 under 30
                            Majalah Forbes Indonesia dengan tema Muda Mudi Indonesia yang berprestasi

Melakukan smart moves di usia ini bisa menentukan keberhasilan pencapaian financial kita di masa datang. Salah satunya, instead of pasrah dengan hunian yang kurang ideal, apabila direncanakan dengan baik, Observer sebenarnya bisa mendapatkan hunian yang mewah. Coba bayangkan apabila Observer bisa mengadakan BBQ acara ulang tahun ke 30 Observer di Sky Balcony milik Observer sendiri, langsung dibawah langit penuh bintang di Cluster Caelus di BSD City ? Dengan dekor modern, luasan yang nyaman untuk keluarga muda dan fasilitas lengkap untuk mendukung berbagai gaya hidup, Caelus ini jelas masuk dalam kategori rumah idaman. Bisa dibilang, untuk berinvestasi di Caelus, Observer harus lebih matang dalam perencanaan keuangan. Tetapi, tentu saja investasi di Caelus ini ideal bagi Obserer yang sudah siap untuk memiliki hunian dengan space yang lebih besar dan kemewahan yang memadai dibandingkan kerja keras Observer selama ini. Caelus juga ideal bagi Observer yang sudah berkeluarga.

Caelus 1
                                      Cluster Caelus dilengkapi dengan smart home system, attic room, dan juga sky balcony

Nah untuk mewujudkan mimpi mendapatkan rumah idaman ini, berikut adalah advice dari pakar keuangan untuk Observer yang berumur 30an :
1. Mengeluarkan uang jauh dibawah penghasilan.
Tidak cukup hanya dibilang bahwa kita harus memiliki pengeluaran dibawah penghasilan karena apabila penghasilan Observer Rp. 10,000,000 / bulan dan Observer mengeluarkan Rp. 9,500,000 bulan maka itu pun akan termasuk kategori “dibawah penghasilan” tetapi tentu saja sisa yang dihasilkan tidak cukup untuk investasi masa depan Observer. Semakin banyak saving Observer, maka semakin besar kemungkinan Observer bisa mencapai kesuksesan keuangan.

2. Fokus pada persentase saving
Salah satu strategi agar tidak terjebak dengan gaya hidup dengan tuntutan tinggi adalah memiliki target investasi secara persentase. Sehingga pada saat penghasilan kita meningkat, maka saving kita pun akan meningkat dan tidak menghabiskan pendapatan extra tersebut untuk sesuatu yang lebih produktif untuk investasi Observer.

saving 2

3. Sediakan Waktu untuk Mereview Investasi Observer
Richard Templar, seorang behavior observer dari Inggris, menyebutkan dalam bukunya The Rules of Wealth, bahwa bagi mereka yang ingin meningkatkan kekayaaannya, maka penting untuk secara rutin memeriksa dan mengevaluasi posisi keuangannya. Mengapa ? Karena posisi keuangan yang rentan berubah maka dengan mengevaluasi secara rutin, Observer bisa mengganti strategi investasi apabila terjadi perubahan pasar pada salah satu investasi Observer secara tepat waktu.

4. Diversifikasi Investasi
Property Observer sudah pernah memuat artikel mengenai jenis-jenis investasi dalam artikel “Let’s Make Money While Eating Tahu Now!”. Sesuaikan investasi dengan target return yang ingin Observer dapatkan dan kurangi resiko dengan menggabungkan beberapa jenis investasi dari berbagai jenis investasi yang sudah pernah dimuat di artikel tersebut. Apabila saat ini Observer mengalokasikan 30% untuk cicilan Caelus maka, sisa jatah investasi bisa dialokasikan ke jenis lain yang lebih liquid.

Caelus

5. Jangan gunakan uang lebih, tapi gunakan dengan pintar
The hard truth, Money can’t buy you happiness so buy what you value. Yang sulit adalah membedakan apakah liburan mahal yang kita bayarkan memberikan efek kebahagiaan yang kita cari, atau memberikan efek kebahagiaan sementara karena berhasil membuat orang lain terkesima dengan liburan mahal kita ? Salah satu cara yang diusulkan oleh Eric Roberge, seorang penasihat keuangan adalah berfikirlah sebelum membeli sesuatu yang bersifat lavish atau mewah. Roberge believes that The more you think through spending before it happens, the more intentional you can be with money. And the more you align your spending with what you value, the happier you’ll be with what you purchase.

investasi 1

Mulai berinvestasi di usia 30an bisa dibilang sedikit terlambat. Maka, diperlukan sedikit usaha ekstra untuk dapat mencapai tujuan investasi dan retirement kita. Semoga tips-tips diatas bisa membantu Observer yang baru memulai investasi di usia 30-an untuk mendapatkan rumah impian dan mencapai target investasi yang diharapkan.

Referensi:

  1. https://www.businessinsider.com/best-money-advice-millennials-financial-planner-2017-11/?IR=T – Diakses 9 juni 2019
  2. The Rules of Wealth, Templar, Richard, Pearson, 2015
Share To: