567 total views,  1 views today

CIBUBUR YESS!!

Pengalaman survei setelah banjir Jakarta

Hai Observer, saya yang kebetulan seorang lulusan fakultas ekonomi, akhirnya harus pindah ke ibu kota, tentunya pekerjaan rumah pertama adalah mencari rumah yang pas dengan budget, memiliki fasilitas sekolah yang bagus, bebas macet dan memiliki lingkungan “kota besar” A.K.A punya mall lengkap supaya tidak perlu pusing kalau mau cari hiburan. Lagian pindah ke “Jakarta” kalau ngga deket mall, kayanya sia-sia ya?

Saya niatkan survei setelah pesta tahun baru usai, dengan harapan semua penghuni ibu kota dan sekitarnya sedang tertidur setelah perayaan tahun baru membuat jalanan akan bebas macet!

Rencana tinggal rencana, observer tentunya tahu kan bencana banjir yang menenggelamkan sebagian Jakarta dan hampir membuat saya mengurungkan niat untuk pindah ke Jakarta.

Saya ambil positifnya dari keadaan banjir ini!

Saya jadi tahu daerah mana yang terkena banjir dan mana yang tidak!

Observer tahu dong kalau baru 5 tahun lulus kuliah, mana lah mungkin bagi saya memilih area Menteng atau Pondok Indah yang bebas banjir. Setelah saya tilik-tilik ternyata kawasan yang bebas banjir adalah Cibubur dan BSD! Yess. Ternyata ada hikmah di balik peristiwa banjir, yaitu membuat cakupan area survei saya menjadi lebih sempit dan bisa dilakukan dalam 2 hari saja.

Observer, BSD memang yess! fasilitas nya oke, sekolahnya lengkap, bebas banjir tapi ya ampun jauhnya dari Kuningan lokasi kantor saya, rasanya tidak sanggup kalau harus setiap hari menjalani rute itu.

Sampailah saya di Cibubur untuk melihat-lihat perumahan disana, perang spanduk adalah pemandangan pertama saya memasuki jalan legendaris transyogi. Walaupun banyak spanduk dan terlihat kurang teratur, tetapi jiwa shopping mania saya mulai berdetak kencang seiring dengan banyaknya mall di Transyogi. Awalnya saya mengira tidak akan ada mall sehebat Transmall di Cibubur, dan ternyata masih ada 4 mall lain di area sini.

Saya melangkahkan kaki langsung menuju Kota Wisata, karena ini adalah di kawasan besar pertama yang ada di kiri jalan, sehingga saya tidak perlu U-Turn se-simple itu he he he. Kawasan ini juga kabarnya yang paling lengkap fasilitasnya. Ketika memasuki gate utama, tampak gaya old style Kota Wisata yang awalnya membuat saya ragu. Don’t judge a book by its cover! karena ternyata gate ini nantinya akan hilang dan gate utama Kota Wisata akan tepat berada di pintu tol Cimaci.

Karena sudah cukup sore, saya memutuskan untuk menginap di Cibubur dan memutuskan untuk melanjutkan survei besok. Semalam di Cububur bagaikan membuka mata saya bahwa Jakarta itu tidak selalu bernama tengah panas. (walaupun ini Cibubur sih).

Keesokan harinya survei total lah saya ke Kota Wisata dan sebelum bertemu dengan sales nya, saya memutuskan untuk menjalani dahulu rute yang nantinya akan menjadi rute harian saya: Kota Wisata – Kuningan Jakarta. Sanggup lah saya menjalaninya, dibandingkan dari BSD – Kuningan. Kemudian saya lihat bahwa ketika tol Cimaci selesai maka perjalanan saya akan lebih lancar.

Penasaran dengan cerita Kota Wisata dan perumahan lain di Cibubur?

Tunggu cerita selanjutnya, yang pasti CIBUBUR BEBAS BANJIR DAN TIDAK TERLALU PANAS!