Penulis: Christopher Rahardja| Editor: Ratna MU Harahap

DUNIA1

Ternyata salah satu buku terlaris di dunia adalah “Guinness World Records” yang menceritakan pencapaian pemecah rekor dari semua bidang di seluruh dunia.

Tetapi tahukah Observers bahwa gagasan tentang buku ini pertama kali datang dari Sir Hugh Beaver, direktur sebuah perusahaan minuman Irish Brewery yang terkenal di dunia yaitu Guinness sebagai sarana promosi brand ini.

DUNIA2

Pada tahun 1951, eksekutif pembuatan bir Guinness, bernama Sir Hugh Beaver mengikuti lomba menembak burung di Irlandia. Ketika dia dan rekan-rekannya meleset membidik seekor burung, pertengkaran pun dimulai. “Jika begitu sukar untuk ditangkap, mungkinkah itu burung tersulit untuk diburu di Eropa? Apakah burung Belibis Merah atau Elang Peregrine yang dapat terbang sangat cepat?” Begitulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang memulai perdebatan mereka. Tidak ada yang tahu jawaban yang benar.

Kemudian Beaver mencoba mencarinya di beberapa buku referensi dan tidak menemukan apa pun. Dia berandai-andai, bagaimana jika ada buku pegangan yang bisa menyelesaikan perdebatan seperti itu? Dia berpikir bahwa buku ini bisa menjadi populer di kedai minuman untuk bahan taruhan di kedai-kedai minuman atau bar.

Tiga tahun kemudian, dia memutuskan untuk mengubah ide tersebut menjadi sebuah pemasaran yang menjadi kenyataan. Beaver mempekerjakan jurnalis Norris dan Ross McWhirter untuk mengumpulkan fakta dan catatan aneh. Kedua bersaudara bekerja sebagai agen pencari fakta yang menyediakan data kepada Guinness pada saat itu.

Pada awal wawancara mereka berdua ditanya bahasa mana yang memiliki kata kerja tidak beraturan paling sedikit. Mereka langsung memberikan jawaban yang benar, Bahasa Turki dan mendapatkan pekerjaan itu. Mereka mulai bekerja dengan mengirimkan surat kepada puluhan ahli di setiap bidang ilmu. Terlepas dari penelitian, buku tersebut membutuhkan waktu 90 jam selama seminggu untuk mereka susun.

DUNIA3

Niat awal Guinness adalah memberikan salinan gratis kepada lebih dari 80.000 kedai minuman di Inggris dan Irlandia. Buku-buku Guinness pada saat itu bahkan sudah memiliki sampul yang tahan air. Awalnya buku tersebut mereka berikan sebagai hadiah, tapi kemudian buku tersebut juga boleh dibeli oleh para pengunjung.

Ketika edisi 198 halaman pertama diterbitkan pada Agustus 1955, ternyata responsnya melebihi harapan. Menjelang Natal, buku itu berhasil masuk ke daftar buku terlaris di Inggris. Tahun berikutnya, buku itu mulai dijual di Amerika sebanyak 70.000 salinan yang habis terjual.

Tetapi apa catatan rekor Guinness pertama yang sebenarnya?

  1. Sapi Inggris dengan produksi susu seumur hidup tertinggi sebanyak 325,130 lb atau sekitar 147 kg selama lebih dari 17 tahun.

DUNIA4

2. The Smith’s Arms, kedai minuman terkecil di dunia, dengan lebar 3 meter

DUNIA5

3. John R. Cobb dengan rekor kecepatan darat pertama di dunia 394,19 mil per jam atau 634,39 kilometer per jam.

DUNIA6

Sejak peluncuran buku tersebut, revisi terbaru diterbitkan setahun sekali. Guinness World Records saat ini sudah diterbitkan di 100 negara dalam 23 bahasa.

DUNIA7

Guinness bahkan telah membuat rekornya sendiri! Buku Guinness World Records mencatat rekor dengan penjualan terbanyak dengan lebih dari 100 juta salinan terjual di seluruh dunia. Buku tersebut tidak hanya mendokumentasikan catatan, tetapi juga mendorong orang untuk membuat sesuatu yang baru.

DUNIA8

Ashrita Furman misalnya, tidak ada tandingannya dalam hal catatan rekor Guinness. Dalam 40 tahun dia telah mencetak lebih dari 600 rekor. Dia telah memecahkan banyak rekor di semua benua. Furman adalah orang terbaik di dunia dalam olahraga jumping jack, berlari menggunakan stilts dan membuat pensil raksasa. Furman sekarang memegang lebih dari 200 rekor, termasuk menjadi pemegang rekor Guinness terbanyak hingga saat ini.

 

WIKIPEDIA

www.guinnessworldrecords.com

About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *