828 total views |

Mabuk Jenis ini efeknya hampir sama dengan “mabuk-mabuk yang lain” ketawa sendiri, senyum sendiri, tidak peduli lingkungan.

Mabuk Gawai, atau yang juga dikenal sebagai “Phubbing” merupakan sebuah tindakan dimana kita mengabaikan orang lain yang berada bersama kita karena kita terlalu asik dengan gawai kita (handphone, tablet , etc).

 

Sudah menjadi pemandangan yang lumrah sekali di tempat umum, terutama restoran, dimana mereka duduk bersama di satu meja, namun semua sibuk dengan gawainya masing-masing.

Atau ketika kita sedang pergi dengan sekelompok teman, ada satu atau dua orang yang sibuk dengan gawainya, tidak terlibat dalam percakapan yang berlangsung, bahkan kadang menyela percakapan dengan memberi tahu sebuah informasi yang dia dapat, walaupun informasi itu tidak ada kaitannya dengan apa yang sedang dibicarakan.

Kadang hal ini terjadi tanpa kita sadari, karena kita sudah terlalu terbiasa dengan gawai, sehingga menganggap interaksi ini adalah hal yang normal. Walaupun begitu beberapa riset membuktikan bahwa Mabuk Gawai atau “Phubbing” akan sangat mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain.

“Phubbing” membuat anda menjadi kurang terhubung dengan lingkungan sekitar.

 

“Phubbing” membuat interaksi face to face menjadi kurang bermakna. Beberapa orang merasa apabila ada orang di sekitar mereka yang lebih sibuk dengan gawainya, maka interaksi yang terjalin pun tidaklah intens. Mereka merasa diabaikan dan diremehkan oleh pelaku Phubbing ini. Hal ini akan menyebabkan terciptanya perasaan negatif antar satu dengan yang lain.

phubbing
Orang-orang yang harus selalu eksis di dunia maya.

“Phubbing” bisa mempengaruhi kesehatan mental.

 

Sebuah study menunjukkan bahwa pelaku “Phubbing” ini selalu merasa perlu untuk terus terkoneksi karena mereka takut apabila mereka offline sejenak keeksisan mereka akan langsung tergantikan oleh orang lain. Di sisi yang lain, pelaku Phubbing akan selalu merasa “Fear Of Missing Out”, takut ketinggalan hal-hal yang sedang update di dunia maya.

Riset lain juga menunjukkan bahwa ketika pasangan saling melakukan hal ini kepada satu sama lain, maka akan cenderung akan lebih mudah terjadi depresi dan menyebabkan tingkat kepuasan terhadap pernikahan yang sangat rendah. Ketika pasangan anda sibuk dengan gawainya, itu berarti mereka lebih memprioritaskan hal lain dibanding anda, padahal momen ini harusnya menjadi sebuah momen kebersamaan anda dengan pasangan. Hal itu sangat menyakitkan bagi pasangan dan bisa menimbulkan depresi berkepanjangan.

“Phubbing” akan merusak reputasi Anda.

 

Ingin dianggap tidak sopan? Ingin dianggap terlalu aneh sendiri? Silahkan lakukan “Phubbing” ini ketika berkumpul dengan teman-teman anda. Niscaya pada pertemuan berikutnya anda pasti tidak akan diajak oleh mereka. Karena masih banyak orang orang yang menganggap bahwa berinteraksi dengan gawai ketika anda sedang berkumpul bersama dan menikmati hidangan makanan merupakan hal yang sangat tidak sopan. Mereka yang melakukan “Phubbing” ini juga sering dinilai menarik diri dari interaksi dengan sesama, dan tidak peduli pada lingkungan sekitarnya. Terkadang sebagai teman yang ada di tempat yang sama kita merasa di “pergunakan” sebagai latar belakang foto atau hanya sebagai peningkat status pergaulan.

Beda masalahnya jika anda memang bekerja sebagai PR atau EO atau AE dari sebuah agency, dan tema anda mengumpulkan teman anda adalah launching produk, tentu client anda mengharapkan produknya segera dikenal dunia, teman anda pun akan memaklumi karena acara nya adalah “launching produk”,tetapi jika temanya adalah kumpul-kumpul sebagai teman, mari bercakap-cakap sambil saling menatap adalah point utama. Jangan bercakap dengan menggunakan gawai, kecuali anda sedang terserang bau mulut yang luar biasa.

phubbing
Talk to each other, pretend it’s 1995.

Mungkin ada baiknya kita meresapi teks yang saya temukan disebuah café di Bandung “TALK TO EACH OTHER, PRETEND IT’S 1995”

 

biarkan gawai hanyalah menjadi alat pendukung untuk berkomunikasi, jangan jadikan gawai sebagai pusat kehidupan anda.

Share To: