73 total views |

Apalagi untuk Barang yang Bisa Menghasilkan di Kemudian Hari.

Keni Valenti adalah seorang kolektor busana couture yang legendaris. Karirnya berawal sebagai pegawai rendahan di Studio 54 New York, namun sayangnya tak lama bekerja disana ia dipecat tanpa alasan yang jelas. Merasa marah dan frustasi, ia pun mengkonsumsi obat-obatan dan mabuk-mabukan di Mudd Club. Sadar-sadar ternyata ia sudah ada di dalam sel penjara bersama seorang wanita yang menggunakan sepatu roda dan petticoat bernama Betsey Johnson. Keluar dari penjara Betsey mengajak Keni untuk ikut bersamanya, karena ia sedang mengembangkan brand busana baru dan ingin Keni membantunya.

Keni Valenti
           Keni Valenti, Kolektor Busana Couture

Di situ lah awal mula karir panjang Keni Valenti di dunia fashion. Selain menjadi desainer, ia juga menjadi stylist, dan mulai gemar mengumpulkan busana fashion yang vintage, Saat ini koleksi fashion vintage nya sudah mencapai 20.000 potong! Koleksinya ini banyak digunakan sebagai referensi untuk para desainer. Selain itu Keni Valenti juga meminjamkan dan menyewakan baju-bajunya ini kepada model, artis dan kalangan sosialita New York. Nama-nama seperti Celine Dion, Kate Moss dan Victoria Beckham adalah klien setianya. Walau begitu seorang Keni Valenti tidak ingin dianggap sebagai pedagang/penjual, anggaplah aku sebagai seorang Fashion Extravaganza, begitu katanya.

Walaupun terasa berlebihan, tapi Keni Valenti yang berusia 60 di bulan Agustus kemarin, telah menghabiskan bertahun-tahun untuk meningkatkan nilai koleksinya, menjadi koleksi yang bernilai tinggi, bukan hanya sekedar pakaian.

Dalam perjalanan karirnya, sudah dua kali ia membuka gallery untuk koleksinya, dimana ia menjual busana-busana nya sebagai karya seni. Orang membeli koleksi ini bukan untuk dipakai, mereka akan meletakkannya di ruang tamu sebagai pajangan, atau bahkan meletakkannya di balik etalase kaca selayaknya koleksi perhiasan mewah.

Studio 54 New York
                                                                   The History of Lingerie , dari pameran Keni Valenti

Pada tahun 2015, ia merasa sudah cukup letih, dan beniat untuk pindah ke California, tentu saja dengan membawa seluruh koleksinya. Tapi, takdir berkata lain. Keni Valenti dihubungi oleh retailer online Bluefly.com, yang menawarkan kerjasama untuk menjual seluruh koleksinya (ya benar, sejumlah 20.000 potong!) di situs mereka. Ia pun berpikir, ya kenapa tidak, saatnya sekarang untuk berbagi karya seni ini dengan dunia.

Penjualan ini dibuka dengan penjualan awal sebanyak 200 potong pakaian secara online, diikuti dengan Pameran Vintage Couture Fashion koleksinya di Phillips Auction House New York. Kalau penjualan berjalan dengan baik, maka ia akan terus menjual koleksinya secara bertahap.

Mudd Club
                                          Pic Credit : Getty Images – Eksibisi Koleksi Keni Valenti Di Philips House

Saat ini kami masih melakukan tes pasar mengenai brand apa yang laku dijual dengan harga tinggi.

Koleksi pertama yang ditawarkan kepada umum ini termasuk sebuah kaftan beige dari Halston senilai $695, dress dari era 80’an dari Yves Saint Laurent seharga $3.200 dan gaun malam dari Givenchy senilai $3.500

Dunia Fashion
                                                                          200 Koleksi Pertama yang dijual secara online

Entah kebetulan atau bukan, penjualan koleksi Keni Valenti ini seakan-akan menjadi penanda kebangkitan penjualan dari koleksi fashion vintage di era ini. Data dari Invaluable.com, platform digital yang mewakili lebih dari 5000 rumah lelang menyatakan bahwa dalam 4 tahun ke belakang, nilai fashion vintage items sudah meningkat lebih dari 100%.

Jumlah barang fashion yang dilelang meningkat sebesar 180% dan nilai harga yang dibayarkan meningkat secara fantastis sebesar 400%.

Philips Auction House New York

Valenti sendiri berujar, bahwa pasar yang menjadi targetnya adalah pangsa pasar yang paling sempit, yaitu mereka yang berada di puncak. Di lingkungan ini, pembeli biasa akan berkompetisi untuk mendapatkan barang tertentu dengan perusahaan yang memiliki brand tersebut, yang sedang “mengembangkan fashion museum” bagi brand nya. Selain itu pasar utama bagi Valenti adalah para artis terkemuka, yang harus menjaga pilihan busananya dengan hati-hati karena tidak ingin menyakiti perancang yang dekat dengan dirinya. Misal, Kate Moss yang hampir selalu mengenakan busana vintage, karena misalkan ia memakai busana karya Dior, maka mereka yang bekerja di Givenchy akan membencinya. Maka memakai busana vintage merupakan pilihan yang “aman” bagi dirinya.

Victoria Beckham
                                                                     Koleksi Couture dari era 80-an milik Keni Valenti

Psst, sedikit bocoran dari Valenti, brand-brand yang akan memiliki nilai tinggi ketika mereka sudah menjadi barang vitage adalah : Balenciaga, Chanel dan Guci.

Jadi Observer, tidak selamanya hobby belanja fashion couture ini hanya menghabiskan uang saja. Siapa yang tahu 20 tahun lagi, barang-barang yang anda beli ini bernilai cukup tinggi jika dijual kembali. Jadi mulai sekarang, kalau Observer senang berbelanja fashion couture, anggap saja sebagai investasi untuk di kemudian hari. Pikirkan baik-baik ketika anda berbelanja, apakah memang barang ini hanya sekedar untuk dipakai atau bisa diinvestasikan di kemudian hari?

Satu lagi yang pasti didapat dari kegiatan berbelanja adalah hati yang gembira sekarang dan dimasa yang akan datang!

Share To: