589 total views |

Di era Digital ini mendapatkan “uang tambahan” bukanlah sebuah perkara yang rumit sampe bikin otak keram dan badan lemes. Observer bisa mendapatkan “easy money” dengan cara menyewakan tempat tinggal kita sendiri. Kondisi ini bisa terjadi ketika kita pergi keluar kota, kita tiba-tiba harus pindah rumah untuk menemani orang tua di rumahnya atau pada beberapa kasus mendapatkan rumah waris karena Berpulangnya orang tua tercinta, atau murni karena ingin “easy money”.

Saya pernah punya teman yang kondisi ekonominya super makmur, tetapi memiliki keinginan mencari “easy money” yang tidak pernah padam. Setiap Jumat menjelang, kesibukan keluarga ini bertambah dengan kegiatan mengungsi ke rumah “Papa”. Kenapa? Karena rumahnya dia sewakan kepada mereka yang ingin berwisata ke kota Bandung. Kebetulan lokasi rumahnya berada di ketinggian kota Bandung dengan pemandangan “city view”. Saya sempet terpana dengan “upaya”nya, karena sungguh repot berkemas setiap Jumat menjelang dan mengakhiri minggu dengan membersihkan rumah yang digunakan oleh orang lain.

mencari penghasilan tambahan
Interior dapur yang Instagrammable. (pic credit: Casa Lembang Airbnb)

Seorang paman saya saat ini tinggal di Jakarta. Beliau memiliki “second property” di Lembang, Bandung. Kebetulan Lembang yang berada di ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, memiliki udara sejuk (perbedaan suhu dengan Bandung 4-5 derajat di sianghari). Kebayang dong ya asiknya nginep di Lembang dikala “weekend” atau hari-hari libur lainnya. Paman saya menyewakan “second property”-nya tersebut melalui aplikasi Airbnb, tapi ngga hanya untuk menginap. Paman saya juga menyewakan untuk digunakan sebagai lokasi foto “pre-wed”. Memang, tata ruang rumah tersebut sangat unik dan, istilah anak jaman sekarang, “instagrammable” banget. Hampir setiap minggu, bahkan setiap hari, rumah beliau “full booked” baik untuk “pre-wedding” atau menginap. Dari yang saya tahu terakhir, sudah sampai “waiting list” untuk bulan-bulan berikutnya.

Observer tidak perlu bingung bagaimana cara “memulai” untuk mendapatkan “easy money” dengan memanfaatkan tempat tinggal Observer. Ikuti langkah teman dan paman saya tadi. Dengan bantuan aplikasi Airbnb, Observer bisa menyewakan “property” setiap waktu yang kita inginkan.

 

 

 

 

 

 

mencari penghasilan tambahan
                                                     Desain kamar yang unik menjadi daya tarik lebih untuk orang menginap. (pic credit: Halo Jae Airbnb)

Melihat kemudahan ini, Saya jadi tergoda juga untuk menyewakan “property” saya seperti itu, karena banyak alternatif yang bisa saya lakukan. Bisa saja saya ikuti strategi temen saya si supermakmur untuk menyewakan hanya di waktu “weekend” atau jika ada “special event” di Bandung. Lumayan untuk nambah uang belanja bulanan dan jika saya ada kebutuhan “financial” mendadak.

Coba saya berikan ilustrasi sedikit:

1. Rumah saya adalah rumah mungil dengan 2 kamar tidur, “area service” dan “carport”

2. Saya Pengantin baru yang belum memiliki si kecil

3. Rumah saya di lokasi cukup strategis dan memiliki interior artistik

4. Jika setiap “weekend” saya bisa sewakan se isi rumah dengan katakan 1 juta/malam, kemudian suami dan saya mengungsi dengan menyewa hotel bintang 3 dengan tarif 300 ribuan, maka saya akan mendapatkan profit 700 ribu. Itu dengan saya menyewa hotel, jika saya mengungsi ke rumah orang tua, lain lagi ceritanya. 1 juta adalah murni profit saya dengan bonus makan dan minum gratis di rumah orang tua.

Mencari penghasilan tambahan
                                                       Memiliki ruang bersama yang bisa dijadikan tempat kumpul keluarga. (pic credit: Casa Lembang Airbnb)

Kenapa orang lebih memilih Airbnb dibandingkan dengan hotel?

1. Kebutuhan ruang bersama (living room, area iving room, area pantry) untuk mengakomodir kebutuhan keluarga apalagi yang memiliki anak kecil

2. Kebutuhan akan “kebersamaan” dimana jika satu keluarga besar menginap di hotel, waktu bersamanya akan berkurang, karena masing-masing terpisah dalam kamar sendiri-sendiri.

3. Kebutuhan akan lokasi tertentu (misalnya dekat kampus yang anaknya mau di wisuda)

4. “Flexibilitas”, biasanya jam “check in” dan “check out” jika rumahan biasa, bisa di nego langsung dengan “host”, seorang teman saya menyewakan huniannya lengkap dengan “stroller” bayi, “high chair” (tempat anak bayi/toddler duduk untuk makan), bahkan termasuk mobil dan drivernya, sungguh menarik dan memudahkan bagi “tamunya”

mencari penghasilan tambahan
                                                                                                                         Menjadi Host pada Airbnb sangatlah mudah.

Pasti abis baca ini kepikiran hal yang sama dengan saya. Gimana caranya post di Airbnb? Naah, saya sudah melakukan beberapa research apa saja yang perlu kita perhatikan ketika mau post di Airbnb.

1. Kita harus bikin “account” dulu di Airbnb. Sebelum kita posting, kita harus punya “account” untuk kita bisa masukin list tempat yang mau kita sewakan.

2. Masukkan list dari tempat yang mau kita sewakan. Apakah itu apartemen, rumah, “bed&breakfast” atau yg lainnya. Kemudian pilih area mana saja yang mau disewakan (seluruh rumah/apartemen, private room, shared room). Masukkan juga jumlah orang yang bisa terakomodir dalam tempat yang kita sewakan. Tentu saja jangan lupa masukkan lokasi “property” kita ada di kota mana.

3. Selanjutnya tentukan kapan saja kita mau mengiklankan “property” kita. Apakah ‘Always’ (akan selalu muncul dalam list iklan), ‘Sometimes’ (hanya pada tanggal yang spesifik atau jangka waktu tertentu), atau ‘One Time’ (hanya 1x post dan spesifik pada tanggal tertentu)

4. Tentukan harga sewa “property” kita tersebut, untuk menentukan harga sewa, kita juga harus “reasonable”, coba lakukan survey kecil dahulu dengan hotel tetangga (hotel terdekat di sekitar lokasi kita), usahakan harga sewa kita jangan lebih tinggi, atau jika ingin lebih tinggi tambahkan fasilitas lain (misal makanan khas kota anda)

5. Berikan deskripsi menarik tentang property kita, deskripsi yang bikin orang “ngiler”, tapi jangan bohong ya. Misalkan: teras belakang menghadap hamparan rumput yang bisa digunakan bermain bola.

6. Upload foto-foto property. 3 foto pertama adalah foto yang paling penting yang akan menggambarkan property kita.

7. Jelaskan item-item yang ada di property kamu, misalnya TV, AC, dapur, internet dan sebagainya..

8. Cek listing dan lokasi yang sudah dimasukkan diawal tadi dan kamu sudah siap untuk post property kamu untuk di sewakan.
Mudah kan? Langkah – langkah untuk Observer mendapatkan easy money ternyata so easy.

Satu hal yang Observer perlu ingat dan paling penting. Tampilkan foto yang benar-benar representatif dari property yang akan disewakan. Kalau perlu, bisa menggunakan profesional photographer untuk bisa mendapatkan foto dengan kualitas yang bagus.

Semoga tips ini memberikan inspirasi dan penyegaran bagi Observer yang berjiwa : “Let’s earn money while eating tahu

Share To: