295 total views |

Small Economy Will Not Make You Wealthy But It Will Make You Miserable

     Seminggu terakhir ini, saya cukup prihatin melihat teman saya. Ia berusaha menyiapkan dan merencanakan liburan ke Jepang sehingga sibuk dengan memesan hotel, merencanakan itenary, memastikan anak-anak mempunyai baju hangat yang tepat karena di bulan Oktober, Jepang akan hujan dan cukup dingin untuk anak-anak yang terbiasa dengan udara Indonesia yang panas. Sebenarnya sih persiapan-persiapan seperti itu wajar saja dalam mempersiapkan sebuah trip. Yang luar biasa adalah, teman saya ini sampai hampir tidak pernah ke kantor selama satu minggu lebih untuk mempersiapkan diri. Untung kantornya adalah kantor sendiri dimana ia bisa bebas mengatur jadwalnya sendiri. Tapi, segitu hebohnya kah persiapan liburan selama 10 hari itu?

     Akhirnya saya tanyakan pada teman saya itu apakah ada yang bisa saya bantu dan ternyata, yang ribet dilakukan oleh teman saya itu adalah mencari hotel atau Airbnb apartment yang termurah, tapi cukup besar, dekat dengan stasiun kereta, bersih dan aman. Iseng saya duduk bersamanya dan beberapa kali saya tunjukan alternative apartment yang menurut saya sudah sesuai dengan kriteria yang ia inginkan. Jawabnya “Haduh, masih diatas Rp. 1,000,000 per malam. Saya mencari yang Rp. 800,000an per malam”. What?

Keizo Plaza Tokyo
                                                                                          Keizo Plaza Tokyo Sekitar 3.7 Juta per Malam

     Sebagai perbandingan, harga sebuah Bic Mac di Jepang adalah sebesar Y651 atau kurang lebih Rp. 87,750. Di Indonesia, harga Bic Mac adalah sebesar Rp. 28,000. Maka, Rp. 800,000 di Jepang itu sama dengan 9.2 buah Bic Mac atau setara dengan harga kurang lebih Rp. 247,000. Tapi, ingin kriteria hotel / apartemen seperti diatas itu. (Bisa dibayangkan kenapa sampai membutuhkan waktu 10 hari untuk mencari tempat tinggal kan?)

Efektifitas Ekonomi saat Berlibur
                                                                                                                     Resto di Tokyo

     Di tanggal yang teman saya cari, entah mengapa, harga hotel memang tiba-tiba melonjak, terutama di tiga hari terakhir liburannya. Kesimpulan ini juga kita dapatkan setelah sejam lebih bermain-main dengan tanggal di aplikasi pemesanan hotel. Saya coba sampaikan sampaikan bahwa, seberapa lama kah dia akan mencoba dan teman saya bilang “ya sampai dapet!”. Singkat cerita, teman saya itu akhirnya mendapatkan hotel yang “murah”. Penghematan dari hotel yang pertama saya tunjukan? Rp. 1,385,000 saja. Nilai ini dibandingkan dengan jumlah hari liburan teman saya yang 10 hari = menghemat Rp 138.500/ hari. (ups ini di Jepang lho, penghematan yang dia lakukan dengan tidak masuk kerja selama 10 hari bahkan tidak bisa digunakan untuk naik taxi sejauh 4 km!). Menurut saya nilai produktivitas teman saya tidak sebanding dengan penghematan yang dilakukan.

Taxi di Jepang
               Taxi di Jepang 189 ribu per 4 KM. Bandingkan dengan Taxi Blue Bird yang hanya 20 ribu per 4 KM

     Belum lagi untuk urusan tawar menawar mobil sewaan. Singkat kata, saking sadisnya penawarannya, pihak car rental di Jepang pun tidak lagi membalas emailnya. Jumlah yang saya sebutkan ini relatif. Tapi, coba bandingkan dengan apa yang saya lakukan.

     Setiap pagi, saya pasti memeriksa semua keuangan dan investasi saya. Apakah pengeluaran saya masih sesuai anggaran? Apakah ada events yang menyebabkan saya harus merubah posisi investasi saya? Setidaknya 30 menit sampai satu jam saya lakukan aktivitas ini secara rutin. Ini bukan parno yah! Tapi, menurut saya mengevaluasi investasi atau bahkan wealth kita secara keseluruhan secara rutin seperti ini membuat saya bisa memilah hal-hal yang perlu saya putuskan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga yang “gak belenger” atau overwhelmed apabila tiba-tiba beberapa hal besar harus diputuskan seketika. Selain itu, dengan memeriksa investasi secara rutin, saya bisa bereaksi lebih cepat terhadap suatu perubahan.

     Contohnya, dalam minggu antara tanggal 31 Agustus sampai dengan 5 September, saya meraup keuntungan dari investasi dollar saya sebesar 5 kali lipat dibandingkan penghematan hotel teman saya itu. Belum lagi cash back dari tabungan yang saya terima setelah saya me-switch jenisnya setelah mengevaluasi informasi dari Relationship Manager saya di Bank. Semua ini saya dapatkan hanya dengan rutin memeriksa selama 30 menit hingga 1 jam per hari. Saya juga tidak perlu stress karena harus menarik urat mengemail pemilik apartment atau pemilik rental mobil back and forth dengan Bahasa Inggris mereka yang seringkali membuat saya bingung karena tidak yakin maksudnya apa. Kembali ke kasus teman saya tadi, sebenarnya, ia punya asset yang tidak sedikit. Aman kalau saya katakan ia punya asset beberapa kali lipat asset saya. Jadi, bayangkan kalau waktunya ia gunakan untuk me-manage asset-nya, dibandingkan mengurusi small economies seperti harga hotel dan harga sewa kendaraan.

Harajuku Jepang
                                                               Tontonan Fashion ala Harajuku Setiap Weekend

     Kalau dalam 1 minggu itu ada 40 jam kerja, maka, yang dilakukan teman saya untuk tawar menawar hotel dan mobil itu sama dengan 40 hari saya mengevaluasi investasi saya. Bayangkan perbedaan hasilnya. Belum lagi kalau mengingat teman saya yang selama seminggu itu sibuk misuh-misuh alias merepet karena pikirannya jadi tidak fokus antara pekerjaan (yang semestinya memang harus ia kerjakan) dengan kesibukan tawar-menawar tadi itu. Saya berfikir, andai waktu seminggu itu ia pergunakan untuk mengurusi pabrik dan kebunnya, berapa banyak keputusan ekonomi yang bisa ia ambil dan akhirnya bisa mendapatkan lebih dari penghematan itu? Lagipula, apa ya baiknya memulai hari dengan misuh-misuh atau merepet untuk nilai seperti itu? Ini mah mau liburan juga malahan stress.

Investasi Dollar
                                                   Yang ini Gratis Observer, jalan – jalan di harajuku

     So, Observer, get your priority straight. Go to work, work on your investment diligently and take your holiday as needed. You need a break and a happy life to get wealthy!

Share To: