495 total views |

“Mengembalikan nilai – nilai personal di era digital”

Hidup di era digital ini memang menghadirkan banyak kemudahan dalam segala hal. Bayangkan, hanya dengan ujung jari saja anda sudah bisa melakukan banyak hal. Jaman digital ini merupakan suatu lompatan besar bagi era kehidupan manusia.

Salah satu yang terkena dampak yang cukup besar adalah komunikasi antar manusia. Sekarang hampir semua jenis komunikasi dilakukan dengan menggunakan teknologi. Apakah observer merasakan hal yang sama dengan saya? Ucapan selamat, baik itu selamat hari raya atau bahkan selamat ulang tahun yang sifatnya lebih personal, diucapkan via teks, apakah itu via whatsapp group atau bahkan via media sosial. Ucapan selamat dengan template yang kurang lebih sama pun akan berseliweran di timeline whatsapp kita.

Secara kuantitas memang kita bisa menjangkau lebih banyak orang hanya dengan satu klik pada tombol send. Tapi di sisi lain, kok rasanya kehilangan sisi personalnya ya. Apalagi untuk orang – orang yang kita anggap spesial dan dekat. Padahal mungkin akan lebih personal kalau kita mengirimkan sesuatu yang spesial seperti makanan atau cake favoritnya.

Hal inilah yang menggerakkan para founder SayChiz, yang ingin mengembalikan nilai – nilai personal di kehidupan kita namun dengan menggunakan kemudahan teknologi digital. Untuk detailnya yuk kita simak perbincangan saya dengan para founder SayChiz.

Berbagi kebahagiaan dan sebarkan cinta di era digital
Kami para founder SayChiz memiliki semangat untuk memberikan kebahagiaaan dan menyebarkan rasa kasih sayang secara nyata di dunia digital

“Bagaimana sih awal mula kepikiran bikin SayChiz ini?”

Cheesecake terenak di bandung
Penampakan dari NY Cheesecake-nya SayChiz. Super yummy ini.

Awalnya kita rasa kok sekarang kalau mau kasih ucapan selamat mostly via text. Apalagi dengan fitur – fitur text yang terus berkembang dengan stiker dan icon – icon yang memang lucu sih. Tapi kok rasanya kurang personal aja gitu. Nah, terus pas kebetulan kita kumpul, kita bahas soal itu jadinya kita lihat hal ini bisa dibuat peluang buat usaha ya. Kayanya orang – orang harus disadarkan lagi bahwa tidak semua bisa terwakilkan dalam bentuk virtual. Biar bagaimanapun menerima sesuatu dalam bentuk yang nyata hasilnya pasti akan jauh berbeda. Jangan terlena dengan kemudahan yang dimiliki oleh teknologi, sampai lupa pada hal – hal yang personal.

Salah satu gift yang sifatnya universal dan pasti disukai oleh penerimanya adalah makanan. Prinsipnya apabila kita mengirim makanan pada seseorang, maka yang menikmati bukan hanya dia sendiri, tapi dia bisa berbagi pada orang lain, minimal bisa berbagi dengan keluarganya. Maka semua orang akan ikut merasa bahagia kan, sesuai dengan tujuan kami yaitu “mari berbagi kebahagiaan dan sebarkan cinta”

New York Cheesecake
             Siapa yang akan menolak jika dikirimkan cheesecake seperti ini dengan rasa yang super yummy?

Kebetulan salah satu dari kami adalah seorang baker yang sudah berpengalaman, sekolahnya aja di Swiss, dan jagoannya adalah New York Cheesecake yang katanya adalah salah satu dessert favorit di seluruh dunia. Jadi kalau dulu ada ungkapan “Say It with Flowers”, nah kita coba bikin versi “Say it with cheese cake” .

New York Cheesecake
“Ketika saya sedang makan sample yang ini (rasa ovomaltine) kakak saya yang maniak coklat langsung mencoba dan…… langsung ingin beli 10!”

Kami sebagai temannya tahu sekali bahwa NY Cheesecake buatan teman kami ini rasanya “Nonjok sampai ke Hati!” enakkk sampai inget terus rasanya dan pengen lagi.

Sesuai banget dengan konsep kita yang “memberi perhatian nyata”, kami juga membuat packaging secantik mungkin sehingga si penerima diharapkan akan “tertonjok hatinya” oleh packaging yang indah dan rasa yang lezat dari kue nya sendiri.

SayChiz
“Packaging SayChiz benar-benar membuat hati saya bergetar, apalagi ketika membuka isinya dan mencoba kuenya, saya langsung terharu”
Cheesecake
“Ketika mendapatkan kiriman SayChiz dari anak saya dan membaca pesannya, saya langsung menangis dan memeluk anak saya. I love you son…”

Kami membayangkan jika para orang tua di muka bumi ini bisa menerima ini dari anaknya, pasti kaget dan senang setengah mati karena anaknya memberi perhatian pada mereka. Kemudian kami ber 6 yang terdiri dari pasangan yang sudah menikah selama lebih dari 8 tahun terkadang suka lupa memberi surprise untuk pasangan. Padahal itu adalah hal kecil yang bisa membuat hati berbunga kembali.

Dessert
Yang ini saya minta adik saya coba, kebetulan dia ngga suka blueberry, sengaja saya paksa dia. Tau apa reaksinya? “Gilaaaa, ini enak banget… Gue sampe ngga ngerasa ada rasa yang salah, padahal paling anti sama blueberry dan segala macam selai”

Saya sebagai anak generasi x yang hidup di era non digital dan merasa bahwa konsep ini sangat visioner di era seperti ini. Perhatian nyata tetap diberikan, dengan bantuan teknologi digital cara nya dibuat simple, mudah tetapi tetap menyentuh hati.

Wawancara berikutnya akan berisi varian rasa dan yang dihadirkan serta cara membelinya. Sekarang mereka masih pusing memilih 5 dari 10 rasa yang akan menjadi rasa standart dari Say Chiz.

Saya sudah diberi tester nya dan langsung tersenyum lebar membayangkan ibu, suami dan teman – teman lama saya yang akan saya kirimkan kue ini. Surprise ini semoga menjadi mood booster mereka dalam menjalani hari – hari.

Bandung
“Saya sempet ngintip pemotretan mereka, Dahsyat banget hasil nya. Hasil Foto dan rasanya matching banget. Foto bagus untuk rasa yang fantastis”

Sampai jumpa dalam cerita SayChiz berikutnya.

Order Now!

 

Share To: