1,138 total views |

Saat ini kereta api sudah menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat dengan beragam alasan. Seperti kalau naik kereta minimal kita bebas dari kemacetan jalan raya, jam nya cenderung lebih terprediksi, sehingga pengaturan waktu lebih aman, walau memang kadang-kadang karena ada kendala jam kereta juga bisa berubah. Para “Roker” atau rombongan kereta pasti sudah hafal berbagai tips dan trik untuk bisa naik kereta pas pada waktunya, bagaimana cara bisa istirahat sebentar di kereta dll.

Jumlah “roker” ini tidaklah main-main karena sudah mencapai rata-rata 1 juta orang per hari begitu menurut Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti (http://beritatrans.com/2018/06/07/penumpang-krl-sudah-tembus-1-juta-lebih-per-hari/). Namun, walaupun sudah banyak perbaikan dilakukan di sana-sini kondisi fasilitas dan kenyamanan menunggu di stasiun mungkin masih terasa cukup minim di sebagian besar stasiun di Indonesia. Hanya stasiun-stasiun besar sajalah yang mampu memberikannya, dan itu juga kadang kalah oleh banyaknya calon penumpang yang berjibaku untuk berebut naik kereta.

Kawasan Intermoda BSD

Stasiun Cisauk

Hal ini terjadi tidak hanya di Indonesia saja, melainkan juga di berbagai kota besar di dunia. Ada beberapa stasiun kereta yang sengaja didesain dengan menarik oleh pemerintah kota nya, seperti :

1. Drassanes Station – Barcelona

Dahulu sempat terkena banjir yang cukup besar, karena memang lokasinya yang se-level dengan permukaan laut, Stasiun ini direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 2007 dengan desain yang sangat modern dan futuristik sehingga seakan–akan membawa kita ke dalam set film “Tron” atau “Starwars”

Arsitektur Stasiun

Stasiun yang unik

2. Candidplatz – Munich

Stasiun yang namanya diambil dari nama pelukis asal Munich, Peter Candid ini memiliki tampilan yang artistik. Seluruh bagian dinding-nya diwarnai dengan warna-warna pelangi yang cerah. Jauh dari kesan suram yang biasanya kita lihat di stasiun.

Munich

Candidplatz di Munich

3. T – Centralen – Stockholm

Stasiun ini merupakan stasiun metro yang paling sibuk di Kota Stockholm. Dinding dan langit-langitnya berlapis batuan asli yang digambar dengan indah, membuat kita seakan akan sedang berada di dalam sebuah gua yang besar

Kota Stockholm

Stasiun Cisauk

4. Arts et Metiers – Paris

Namanya diambil dari Musée des Arts et Métiers, yang dilayani oleh stasiun ini. Dengan desain dibuat seolah olah kita berada di dalam kapal Jules Verne, dengan dinding berlapis tembaga yang berwarna kemerahan dan detail seperti roda gir dan jendela bulat seperti di dalam kapal. Sungguh unik dan sangat inspiratif.

Arts et Metiers

Candidplatz di Munich

5. HafenCity Universität – Hamburg

Didesain oleh firma arsitektur Munic Raupach Architekten dengan titik utama kubus-kubus lampu yang masing–masing diisi dengan 250 LED, yang akan berubah-rubah warna untuk menggambarkan perubahan dan keberagaman di HafenCity.

Stasiun yang unik

Ice BSD City

6. Stasiun Toledo – Naples

Didesain oleh arsitek Narciso Clavería y de Palacios dengan gaya Neo-Mudéjar bergaya moor. Bagian dalam diperbaharui pada tahun 2012 dibuat dengan gaya artistik dengan tema air dan cahaya oleh Oscar Tusquets Blanca.

Stasiun Toledo

Stasiun Toledo Naples

Namun jangan salah, saat ini stasiun di Indonesia juga sudah mulai berbenah. Salah satunya adalah Stasiun Cisauk, yang berubah cukup drastis dari sebelumnya. Dahulu stasiun ini adalah stasiun bongkar-muat batu balas dan sekarang sudah berubah menjadi stasiun intermoda yang megah dan futuristik. Tinggi peron dibuat setara dengan tinggi lantai kereta sehingga memudahkan anda untuk turun. Bangunan stasiun yang cukup megah ini didominasi kaca, dengan lengkungan seng yang khas. Arsitekturnya terlihat seperti bangunan modern yang ada di Eropa.

Arsitektur Stasiun

Stasiun yang unik

Stasiun ini sudah dilengkapi eskalator dan lift yang akan memudahkan penyandang disabilitas. Selain itu tersedia juga tangga manual untuk menghindari penumpukan di eskalator.

Di pintu timur terdapat skybridge yang terhubung dengan Terminal Intermoda BSD.

Stasiun Cisauk

Dari terminal ini penumpang bisa melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle bus yang disediakan oleh pihak BSD City untuk menuju sejumlah tempat di kawasan BSD seperti Mall AEON dan ICE BSD. Untuk naik shuttle bus ini penumpang tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis.

Pembangunan stasiun ini dibiayai oleh perusahaan konstruksi terkemuka yang juga membangun kawasan BSD, Sinarmas Land sebagai bagian dari salah satu fasilitas yang akan dikembangkan di Kawasan Intermoda BSD City.

Stasiun Cisauk ini akan berintegrasi dengan stasiun intermoda BSD City dan pasar modern.

Pasar Modern di Kawasan Intermoda BSD City ini dikembangkan seluas 2,6 hektar dengan bangunan dua lantai. Di dalamnya terdapat 539 kios dan 220 lapak.

Sinarmas Land mempersiapkan lajur khusus yang memisahkan bus dengan kendaraan pribadi sehingga tercipta ketertiban dan kenyamanan arus lalu lintas di kawasan. Tak hanya itu, pengembang ini juga membangun area parkir kendaraan pribadi, dan fasilitas kiss & park. Dengan begitu, pengunjung mendapat banyak pilihan akses transportasi.

Kawasan Intermoda BSD
                                                    Kawasan Intermoda BSD City (pic credit : properti.kompas.com)
Pasar Modern BSD
                      Pasar Modern BSD City yang terintegrasi dengan Stasiun Cisauk dan Terminal Intermoda

Ini merupakan komitmen utama dari BSD City untuk terus meningkatkan pembangunan sarana kotanya untuk kenyamanan para penghuninya. Apalagi sekarang BSD City sudah berkembang dengan luas, tidak hanya perumahan, namun kita juga bisa menemukan universitas-universitas terkemuka, gedung-gedung perkantoran dan komersial. Tentu saja ribuan orang setiap harinya datang ke BSD City untuk beraktivitas rutin. Dengan keberadaan Kawasan Intermoda BSD City ini tentu saja akses menuju BSD City akan semakin mudah.

 

Sumber :

1. https://redigest.web.id/2018/08/megah-dan-futuristik-begini-lho

2. https://properti.kompas.com/read/2015/11/24/150000021/Kawasan.Intermoda.Menjawab.Kerumitan.Transportasi.Pinggiran.Jakarta. Penulis : Hilda B Alexander

Share To: