Penulis: Andria Harahap | Editor: Ratna MU Harahap

Halo Observers, setelah saya mengunjugi GIIAS kemarin,ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Salah satunya adalah mobil listrik, karena setelah dilihat-lihat ternyata perawatannya lebih simple, ngga usah beli bensin, tidak perlu ganti oli. Selain itu,mobil listrik juga ternyata tidak memerlukan busi, kabel-kabel dan bahkan tidak memiliki exhaust system sehingga pastinya juga lebih ramah lingkungan.

Ternyata,penggunaan mobil listrik pun semakin populer di dunia. Di tahun 2020 dari seluruh penjualan mobil di dunia, 4,2 % nya adalah mobil listrik. Mungkin hal ini juga terkait dengan rencana beberapa negara untuk melarang penggunaan bahan bakar bensin. Yang paling dekat adalah Norwegia pada tahun 2025, Inggris,Jerman, Islandia dan Denmark pada tahun 2030. Menyusul Kanada, Chile, Jepang dan Thailand di tahun 2035. Bahkan Indonesia pun akan melarang mobil berbahan bakar bensin di tahun 2050 nanti.

Di Indonesia sendiri saat ini sudah mulai berkeliaran mobil listrik dari beberapa merk. Sebut saja TESLA,Hyundai Kona, Hyundai Ioniq, All New Nissan Leaf, Lexus UX300e, dan Toyota Coms. Untuk jenis hybrid ada Toyota Corolla Cross, Nissan Kicks e Power dan All New Camry 2.5 Hybrid Mi.Kisaran harganya antara 479 juta rupiah sampai 4.4 miliar rupiah.

MOBIL1

MOBIL2

Tapi Observer, ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk membeli mobil listrik, yaitu:

  • Rata-rata jarak pemakaian mobil

Jangan lupa periksa “range per charge” mobil listrik dan rata-rata pemakaian kendaraan Observer sehari-hari. Katakanlah jika “range per charge” Hyundai Kona adalah 350 km sementara rata-rata pemakaian kendaraan anda adalah 40 km / hari. Maka anda harus mencharge setiap 8 hari sekali.Tapi, jika mobil listrik yang anda gunakan adalah TESLA Model S Long Range yang “range per charge” nya adalah 600 km, maka anda hanya perlu mencharge setiap 15 hari. Biasanya makin mahal harganya dan makin canggih teknologinya “range per charge” nya juga akan semakin jauh.

MOBIL3

  • Kapasitas dan Biaya charge mobil listrik di rumah

Nah, mungkin ini yang harus menjadi perhatian kita. Menurut Service General Manager PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Putra Samiaji, idealnya daya listrik harus di 3.500 atau 4.400 VA. Minimal sekali adalah 2.200 VA, tapi konsekuensinya pengisian memerlukan waktu lebih lama. Berikut saya coba share juga cara mengetahui biaya charge mobil listrik.

Contoh untuk pengguna Hyundai Kona yang tinggal di kawasan DKI Jakarta, dengan harga listrik per kWh adalah Rp 1444,7. Lalu besarnya tegangan listrik di rumah kita adalah 220 V. Maka, Hyundai Kona yang memiliki input daya charger 12 ampere akan terisi penuh dengan durasi pengisian daya selama 19 jam. Dari sini kita masukan ke perhitungan sebagai berikut:

Maksimal daya x besar tegangan listrik rumah x durasi waktu

(12 x 220 x 19 = 50.160 watt atau 50,16 kWh.)

50,16 x 1444,7 = 72.466.

Maka biaya charge mobil listrik di rumah adalah Rp 72.466.

Wah,72 rb untuk 350 km sih rasanya cukup ekonomis ya Observer.

Nah kalau ingin mengisi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tarif di Indonesia adalah sekitar Rp 2.460/kwh, jauh di bawah rata-rata tarif fast charging di dunia sekitar Rp 5.099 per kWh.

MOBIL4

  • Jumlah SPKLU

Jumlah SPKLU sendiri memang masih terbatas, hanya sekitar 219 unit yang ada di 185 lokasi. Tentunya agak berkendala kalau kita ingin melakukan perjalanan jauh. Walau begitu, di tahun 2030 pemerintah sudah menargetkan untuk membangun 31.859 unit yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

MOBIL5

  • Lokasi Penyimpanan mobil

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah lokasi penyimpanan mobil ini, karena tentu saja sebaiknya mobil listrik diparkir di garasi atau carport dekat dengan charging port nya. Jadi maaf saja, untuk anda yang masih memarkir mobil di jalan depan rumah mungkin belum waktunya anda ganti mobil dengan mobil listrik.

MOBIL6

Nah, setelah melihat contoh-contoh di atas apakah Observers juga tertarik untuk beralih ke mobil listrik? Kalau saya sih iya, lebih simple, ekonomis dan pastinya lebih ramah lingkungan.

Sumber:

carsguide.com.au

chooseev.com

oto.detik.com

carvaganza.com

otomotif.kompas.com

lifepal.co.id

cnbcindonesia.com

autofun.co.id

About Author

administrator

Property Observer adalah portal yang memberi informasi secara up to date dan informatif, baik dalam segi lifestyle , bisnis, dan segala jenis aspek kebutuhan. Namun dari semua itu ada satu aspek yang sangat di butuhkan oleh manusia yaitu property.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *